Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

02 Jul

Benjolan Pada Leher Anak

By 
(0 votes)
Benjolan Pada Leher Anak

Sering kali orang tua menemukan adanya benjolan pada sekitar leher, belakang kepala atau dibawah dagu dan hal ini menimbulkan kecemasan yang sangat.

Sebenarnya benjolan apakah itu?

Pada umumnya benjolan yang diraba oleh orang tua tersebut adalah kelenjar getah bening (KGB). Kelenjar getah bening tersebar di tubuh kita dan merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Bila kuman masuk dan menginfeksi suatu daerah dalam tubuh, maka KGB disekitarnya akan membesar. Kelenjar getah bening yang paling sering teraba adalah KGB daerah leher dan belakang kepala.

Kapan kelenjar getah bening leher membesar?

Kelenjar getah bening leher akan membesar saat daerah leher/belakang kepala mengalami inflamasi (peradangan) baik karena alergi, infeksi virus, infeksi bakteri, kanker, atau hal lainnya. Hal ini menjelaskan mengapa orang tua sering menemukan benjolan-benjolan pada leher anak yang teraba membesar saat anak sedang mengalami radang tenggorokan, sariawan pada daerah mulut, alergi, dan peradangan lainnya. Hal lain yang juga menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening antara lain infeksi TBC, sakit gigi, sedang tumbuh gigi, infeksi Rubella, gondongan, dan peradangan-peradangan lainnya yang terjadi disekitar mulut dan leher.

Bagaimana mengobati kelenjar getah bening yang membesar?

Pertama-tama berkonsultasilah dengan dokter anak untuk memastikan benjolan di daerah leher memang KGB yang membesar atau dari organ lain. Bila memang pembesasran KGB, dokter akan mencari dasar penyebab KGB leher membesar. Bila penyebabnya memang peradangan, maka anak akan diberikan obat untuk mengatasi peradangan yang terjadi dan benjolan akan berangsur-angsur mengecil. Benjolan tersebut belum tentu hilang sampai tidak teraba, bisa saja hanya mengecil tetapi tetap teraba. Sekitar 40% anak memiliki KGB di daerah leher yang dapat diraba dalam keadaan normal.

Kelenjar getah bening leher masih dianggap normal bila besarnya <0,5 cm , tidak sakit, tidak keras, bisa digerakkan, dan tidak bergerombol. Bila benjolan dianggap tidak normal, baik jumlahnya yang terlalu banyak, atau tidak perbaikan dengan obat, atau dicurigai karena hal lainnya, maka akan dilakukan untuk USG atau CT scan. Lebih lanjut lagi, bila dari penunjang tersebut dicurigai hal yang lebih berat seperti keganasan (kanker), maka benjolan tersebut akan dibiopsi. Umumnya dari seluruh benjolan yang teraba hanya sekitar 10% kasus yang memerlukan tindak lanjut lebih jauh, dan dari jumlah itu hanya 3,2,% yang memerlukan biopsi, dan hanya 1,1 % yang diakibatkan oleh keganasan (kanker).

Maka dari itu, orang tua tidak perlu panik saat menemukan benjolan pada leher/belakang kepala anak apa lagi bila anak sedang mengalami radang/sakit.

Ditulis oleh

Dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A ( Dokter Spesialis Anak RS Premier Jatinegara )

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Read 280907 times
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter