Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

10 Oct

Rehabilitasi Pasca Stroke Part 2

By 
(1 Vote)

Prinsip rehabilitasi medis pasca-stroke:

  1. Menstimulasi otot-otot yang mengalami kelumpuhan. Hanya ini jalan satu-satunya agar sel-sel saraf yang baru dapat “bergabung” dengan system yang mengatur gerakan tubuh tersebut. Tanpa stimulasi yang adekuat., sel-sel baru tidak akan tumbuh untuk memperkuat sel-sel lama yang mengalami masalah akibat stroke. Cara untuk menstimulasi adalah lewat fisioterapi.
  2. Memfasilitasi aliran darah ke area otak agar suplai maknan, zat gizi dan oksigen tetap tercukupi. Obat-obatan, vitamin neurotropic, atau herbal apa saja boleh diberikan asalkan rasional dan masih dalam batas wajar. Senam dan olahraga ringan juga membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
  3. Mencegah dan menyembuhkan factor penghambat terutama factor psikologis. Depresi adalah salah satu factor penghambat ke arah pemulihan. Jika pasien dan keluarga memiliki jiwa yang sehat dan tetap semangat dalam menjalani proses terapi, bukan tidak mungkin proses kearah pemulihanpun lebih cepat darpada yang perkirakan. Konsultasi dengan psikiater atau psikolog bisa membantu membuka wawasan mengenai cara meminimalkan adanya factor-faktor penghambat kearah pemulihan, terutama factor di dalam diri pasien, dan mengobati depresi jika ditemukan. Selain itu, pasien dan keluarga diharapkan dapat menerima keadaan dirinya dengan tabah dan mampu melihat hikmah di balik cobaan yang di alami.
  4. Mencegah stroke terjadi lagi. Semua penyebab dan factor risiko terjadinya stroke harus diminimalkan sebisa mungkin. Karena itu control teratur dan mengikuti saran dokter sangat diharapkan. Jiwa yang sehat dan tetap semangat, data menjadi factor penentu keberhasilan terapi. Dari dalam diri pasien sendiri juga harus timbul motivasi untuk mengikuti setiap saran dokter, meskipun tampaknya berat, seperti berhenti merokok dan mengatur pola makan.
  5. Dukugan keluarga, kerabat, dan semua sahabat kepada pasien. Harapan yang berlebihan dapat membuat keluarga terlalu mengekang atau terlalu memaksa, meskipun bertujuan baik. Harus diingat semua ditentukan motivasi dari dalam diri sendiri. Dalam hal ini, kualitas hidup lebih penting daripada memperpanjang usia. Harapan yang terlalu berlebihan baik dari pasien maupun keluarga justru dapat berakibat kontra produktif karena akan menurunkan kualitas hidup pasien sendiri. Dukungan yang bisa diberikan antara lain meningkatkan komunikasi untuk lebih mengerti perasaan pasein, mempererat kerukunan keluarga dengan silatuhrahmi, menciptakan suasana keluarga yang nyaman dan ceria dengan memberikan humor atau music , dsb. Semua bertindakan dengan bijaksana demi kepentingan orang yang disayangi.

Ditulis Oleh:

Dr. Julius Aliwanga, Sp.KFR. Tim Dokte Spesialis Rehabilitasi Medic Eka Hospital BSD
Dr. Luky Thiehunan, Sp.Kj. Tim Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Eka Hospital Pekanbaru

Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Read 117773 times
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter