Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

18 Oct

Mengenal Angina Pectoris Part I

By 
(1 Vote)

Angina pectoris atau sering disebut oleh masyarakat awam sebagai “Angin Duduk” adalah suatu kondisi dimana kita merasakan nyeri pada dada yang sangat dimana hal ini disebabkan oleh adanya suatu kondisi yang menyebabkan otot jantung kurang mendapat pasokan darah dan oksigen dimana hal ini bisa terjadi saat beraktivitas ataupun disaat istirahat .

Nyeri dada angina disebabkan oleh ketidak seimbangan antara pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner jantung dan penggunaan oksigen oleh otot-otot jantung. Pasokan oksigen yang menurun dapat diakibatkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, sedangkan bertambahnya penggunaan oksigen dapat terjadi akibat kelelahan fisik maupun psikis. Akibat tidak cukupnya pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner ini, maka kontraksi otot-otot jantung pun terganggu. Inilah yang kemudian akan mengirimkan sinyal pada tubuh Anda berupa keluhan nyeri dada.

Seperti yang kita ketahui bersama, otot jantung terus bekerja selama kita hidup serta memompa darah ke seluruh organ tubuh kita. Dalam bekerja untuk memompa darah, maka jantung memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen untuk bisa bekerja dengan baik.

Pasokan darah yang masuk ke organ jantung disediakan oleh dua pembuluh darah besar yang dikenal sebagai arteri coroner kanan serta arteri coroner kiri. Kedua arteri jantung sendiri berasal dari ventrikel kiri untuk memasok darah ke seluruh organ tubuh yang disebut aorta.

Gangguan seperti ini bisa terjadi karena suplai oksigen yang turun disebabkan oleh adanya aterosklerosis coroner atau spasme arteria coroner maupun karena kebutuhan oksigen yang lebih banyak.

Keadaan seperti itulah yang mengembangkan terjadinya angina pectoris. Nantinya penyakit angina pectoris ini akan berkembang menjadi infark miokard jika tidak berobat dengan benar

Gejala Angina Pectoris antara lain :

Didapatkan rasa tidak enak di dada yang tidak selalu sebagai rasa sakit, tetapi dapat pula sebagai rasa penuh di dada, tertekan, nyeri, tercekik atau rasa terbakar. Rasa tersebut dapat terjadi pada leher, tenggorokan, daerah antara tulang skapula, daerah rahang ataupun lengan. Sewaktu angina terjadi, penderita dapat sesak napas atau rasa lemah yang menghilang setelah angina hilang. Dapat pula terjadi palpitasi, berkeringat dingin, pusing ataupun hampir pingsan.

3 tipe angina:

  1. Classical effort angina (angina klasik) :timbul  bila kebutuhan aliran darah melebihi jumlah yang dapat melewati obstruksi tersebut, timbul gejala angina. Angina pektoris akan timbul pada setiap aktifitas yang dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan atatus inotropik jantung sehingga kebutuhan oksigen  akan bertambah seperti pada aktifitas fisik, udara dingin dan makan yang banyak.
  2. Variant angina (angina Prinzmetal) Bentuk ini jarang terjadi dan biasanya timbul pada saat istirahat, akibat penurunan suplai oksigen  darah ke miokard secara tiba-tiba. Penelitian terbaru menunjukkan terjadinya obsruksi (sumbatan )  yang dinamis akibat spasme koroner baik pada arteri yang sakit maupun yang normal. Peningkatan obstruksi ( sumbatan )  koroner yang tidak menetap ini selama terjadinya angina waktu istirahat jelas disertai penurunan aliran darah arteri koroner.
  3. Unstable angina (angina tak stabil / ATS) Istilah lain yang sering digunakan adalah Angina preinfark, Angina dekubitus, Angina kresendo. Insufisiensi koroner akut atau Sindroma koroner pertengahan. Bentuk ini merupakan kelompok suatu keadaan yang dapat berubah seperti keluhan yang bertambah progresif, sebelumnya dengan angina stabil atau angina pada pertama kali. Angina dapat terjadi pada saat istirahat maupun bekerja. Pada pemeriksaan   biasanya ditemukan daerah iskemik miokard yang mempunyai ciri tersendiri.

KEPUSTAKAAN

  1. Abjad B, Abrahamson T.; Almgra, Ujung B.: Pharmacology of Antianginal Drugs in what is Angina?,
  2. AB Hassle, Swedwn, 1983. jackson G.: Ische heart disease clinical & management in cardiovascular update, update Publications, England, 1984.
  3. Lie K.L becker A.E : Claasification of Angina in what is Angina?
  4. AB. Hasale Sweden, 1983. Muller J.E., Turi ZG. Pearle D.L. et al : Nifedipine and medical ilustration, USA 1978.
  5. Netter H. F : heart vol.5. The ciba collection of Medical ilustration, 
  6. USA, 1978 Sobel b.I.Julian D.G. Hugenhoit. P.G: Perspective in cardiology, current medical literature Ltd. Londond, 1984. 
  7. Wharthon C.F.P Archer A.R.: Cardiology, PC publising Pte. Asian economy ed. Singapore, 1987. 
  8. YettyH.S : Angina pektoris lak Stabil : prognosis, Insiden infark dan Tingkat Kemaian, Fakultas pascasarjana, UI, 1989.
  9. necturajuice.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-penyakit-angina-pectoris
  10. http://www.sehatmagz.com/cardiovascular/mengenal-nyeri-dada-angina/
Read 29451 times
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter