Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

30 Mar

Seribu Kemalangan Untuk Perokok Pasif

By 
(1 Vote)
Seribu Kemalangan Untuk Perokok Pasif

Apakah anda atau keluarga anda ada yang merokok? Segera peringatkan diri anda dan mereka. Rokok adalah barang yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Dan bahaya tersebut bukan hanya berdampak pada perokok saja, tetapi orang-orang disekeliling perokok. Sering, para orang tua yang perokok tidak mempedulikan nasib anaknya yang ikut-ikutan menghisap asap rokok. Orang tua perokok seharusnya tetap harus bertanggung jawab untuk melindungi anaknya. Menjadi perokok pasif bahkan bisa lebih berbahaya daripada perokok aktif.

Di Indonesia, saat ini diperkirakan terjadi sekitar 400.000 kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit-penyakit yang berkaitan denga rokok. Sebanyak 25.000 kasus diantaranya terjadi pada mereka yang tak pernah merokok. Secara teori ketika satu batang rokok dibakar, seorang perokok menghisap bahan utama (main stream), sedangkan yang keluar dari ujung yang dibakar, dinamakan side stream. Kandungan berbahaya dari rokok yang dibakar tersebut jauh lebih tinggi, dan lebih banyak pada side stream. Ini dikarenakan dia langsung terbakar, sementara asap yang dihisap di mulut merupakan bahan yang tidak langsung terbakar.

Kemudian yang jadi pertanyaan, apakah risiko yang terjadi pada orang yang menghisap asap rokok side stream sampingan, itu lebih berbahaya dibanding si perokok? Itu harus dilihat bahwa faktanya seorang perokok aktif adalah perokok pasif. Karena disamping menghirup dari batang rokok yang dihisap, juga ia bernapas dari lingkungan yang mengandung asap rokok sampingan. Sehingga seorang perokok itu menghisap main stream dan side stream. Kondisis ini yang mengakibatkan risiko seorang perokok aktif menjadi lebih besar dibandingkan dengan perokok pasif. Meskipun faktanya, asap rokok sampingan (side stream) kandungan bahan berbahayanya lebih besar daripada asap main stream.
Kemudian apakah risiko kesehatan dapat muncul pada perokok pasif? Jawabannya “bisa”. Seseorang yang terpajan secara rutin terhadap asap rokok lingkungan (perokok pasif), itu memiliki risiko terjadinya penyakit-penyakit yang juga timbul pada perokok aktif, seperti; risiko terjadinya penyakit kanker, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit kardiovaskuler (jantung dan stroke). Selain itu pada anak jika terpapar juga bisa mengakibatkan penyakit asma, infeksi saluran napas yang menjadi lebih sering. Dalam sebuah konsep baru dikatakan rokok juga memiliki third hand smoke (asap rokok ketiga). Dimana asap rokok ini ternyata bisa menempel di baju seorang perokok dan bisa terhirup oleh siapapun dalam jangka waktu yang lama dan mempunyai risiko yang sama besarnya seperti perokok.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseorang menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya. Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbonmonooksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh. Ada lebih dari 4.000-5.000 zat kimia berbahaya yang terdapat dalam asap rokok. Dimana 400 diantaranya memiliki sifat karsinogen (berpotensi menginduksi terjadinya kanker pada tunuh manusia). Tiga besar dari 4.000 bahan kimia yang terdapat di sebatang rokok, adalah nikotin, TAR dan karbonmonooksida, yang ketiganya memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. TAR mengandung banyak komponen bahan kimia karsinogen, yang bisa menyebabkan terjadinya kanker pada tubuh manusia, salah satu yang paling dikenal adalah benzopiren. Berdasarkan data penelitian dan laporan epidemiologi, tiga penyakit utama penyebab kematian karena merokok adalah penyakit kardiovaskuler (jantung dan stroke), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan kanker paru.

Hal utama yang didapatkan dari seorang perokok adalah adanya adiksi (ketagihan). Kondisi ini disebabkan karena ketika sebatang rokok dihisap, maka nikotin dalam waktu 10-15 detik akan menempel di reseptor otak. Akibat dari penempelan tersebut, otak selanjutnya melepaskan dopamine (semacam endomorphine) yang umumnya secara fisiologi akan dilepaskan tubuh ketika seseorang sedang senang atau bahagia. Endomorphine inilah yang diinduksi oleh nikotin, sehingga mengakibatkan efek kenikmatan, yang selanjutnya mengakibatkan adiksi. Ketika kadar nikotin sudah rendah, seseorang kemudian menginginkan, mendapatkan pelepas dan dopamine itu lagi dengan cara kembali merokok. Hal itu terjadi secara terus-menerus. Dan perlu diketahui bahwa data penelitian di dunia menunjukkan adiksi terhadap nikotin itu lebih tinggi dibanding adiksi terhadap narkotik dan psikotropika.

Risiko terjadinya penyakit terkait dengan rokok, itu sangat berhubungan dengan beberapa faktor, diantaranya:; lamanya seseorang merokok, jumlah batang yang dihisap perhari, usia mulai merokok serta dalamnya seseorang melakukan hisapan. Agar kenikmatan sesaat anda tak berujung pada penyesalan abadi, ada baiknya untuk berfikir berhenti merokok sedini mungkin. Yang diperlukan seseorang untuk berhenti merokok yang pertama kali adalah motivasi. Motivasi harus menjadi modal untuk seseorang berhenti merokok. Modal selanjutnya adalah dukungan, dari tenaga medis, karena memang ketika seseorang hanya dengan motivasi saja tidak cukup, maka dia harus didukung dengan bantuan medis untuk mengatasi adiksi terutama untuk mengatasi withdrawal effect akibat putus nikotin. Kemudian dukungan keluarga, untuk masalah perilaku dan faktor lingkungan. Bila tidak berhasil membuat seseorang mau berhenti, maka diperlukan bantuan medis. Umumnya bantuan medis yang diberikan ada beberapa hal, diantaranya; dokter akan meningkatkan motivasi, yang selanjutnya bisa dibantu dengan pemberian farmakoterapi (terapi obat-obatan).

Menolak Jadi Pasif
Perokok pasif memiliki risiko terhadap sejumlah penyakit yang hampir sama dengan perokok aktif, bahkan bisa jadi lebih berat. Dengan langkah sederhana ini, anda bisa mengurangi atau menghilangkan asap rokok dan menghindari diri dari perokok pasif.

 

  1. Tidak ada yang merokok di rumah. Buat aturan agar rumah menjadi tempat bebas asap rokok. Bila ada anggota keluarga, sanak famili maupun tamu yang ingin merokok, minta mereka merokok di luar rumah. Jangan bergantung pada sistem ventilasi atau pun bukaan jendela untuk membersihkan udara di dalam rumah.
  2. Stop merokok di dalam mobil
  3. Selain rumah, minta seluruh anggota keluarga, termasuk teman, yang ingin menumpang kendaraan anda untuk tidak merokok di dalam mobil.
  4. Hindari tempat-tempat yang banyak asap rokoknya.Hindari tempat-tempat yang berisiko banyak asap rokoknya.
  5. Hargai tempat bebas asap rokok.
  6. Banyak restoran, mal maupun tempat hiburan yang benar-benar menerapkan aturan bebas asap rokok. Beri apresiasi kepada pihak manajemen bila menjumpai tempat bebas asap rokok ini.
  7. Hindari perokok. Bila anda harus berbagi ruang dengan perokok, duduk sejauh mungkin dari mereka.
  8. Terapkan pola hidup sehat.
Read 9902 times
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter