Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

30 Mar

Hemoroid (Wasir)

By 
(3 votes)
Hemoroid  (Wasir)

Wasir-begitu awam menyebutnya-menjadi momok bagi orang yang menderitanya. Benjolan di dalam anus ini membuat rasa tidak nyaman. Duduk salah. Berdiri, juga salah. Apalagi kalau hendak buang hajat. Bagaimana mengatasinya?

Hemoroid (wasir) hampir sama bentuknya dengan varises-penyakit yang biasanya terdapat di daerah kaki dikarenakan terlalu lama berdiri. Bedanya, hemoroid terdapat pada anus. Hemoroid atau wasir merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat. Kondisi ini bisa terjadi pada 80% orang dewasa, dan sebagian besar bersifat asimptomatik (tidak menunjukkan gejala). Pada sebagian kecil, hemoroid dapat bersifat simptomatik (bergejala), namun karena malu banyak penderita yang lebih memilih diam dengan kondisinya ini. Banyak penderita yang enggan ke dokter dan lebih memilih untuk menggunakan obat bebas, sampai akhirnya gejala yang muncul tidak bisa ditahan lagi.

Gejala Tergantung Lokasi

Gejala yang umum dialami penderita adalah perdarahan saat buang air besar (BAB) tanpa disertai rasa sakit. Jika menggunakan tisu sebagai pembersih setelah buang air, biasanya akan muncul sedikit darah segar di permukaan tisu. Gejala lain yang dapat muncul antara lain rasa gatal atau iritasi di sekitar anus, rasa tidak nyaman di daerah anus, pembengkakan di sekitar anus, atau munculnya benjolan pada anus yang kadang terasa sangat sensitif ketika disentuh. Gejala dari hemoroid bergantung dari lokasinya. Jika terlatak di dalam (hemoroid interna), umumnya kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Hemoroid interna tidak memiliki persarafan sensorik, sehingga tidak menyebabkan rasa sakit. Tetapi jika pasien mengejan terlalu keras, feses atau kotoran yang melewati permukaan dengan hemoroid dapat mengakibatkan perdarahan. Lain halnya dengan hemoroid eksterna, yang ditandai dengan benjolan di sekitar anus. Hemoroid eksterna dipersarafi oleh saraf kutaneus di daerah perianal (daerah sekitar anus). Jika benjolan sudah besar, akan mengakibatkan rasa yang sangat mengganggu. Ini dapat berupa rasa gatal yang kadang tidak tertahankan, sehingga penderita akan menggaruknya, mengakibatkan iritasi dan rasa sakit.

Secara anatomi, saluran anus adalah satu bagian tubuh yang kaya pembuluh darah, dimana terdapat hubungan langsung antara arteri kecil (arteriol) ke vena kecil (venula). Di sana terdapat bantalan anal yang melekat pada otot. Pembuluh darah dari bantalan ini akan melindungi otot sfingter (otot bagian luar anus yang menguncup) dari kerusakan saat mengejan. Hemoroid tidak hanya terdiri dari pelebaran pembuluh darah, tetapi merupakan gabungan antara jaringan pembuluh darah (seperti arteriol, venula, penghubung arteriol-venular) otot halus (otot treitz) dan jaringan penghubung yang dilapisi epitelium normal dari kanal anal. Mengejan saat BAB akan menyebabkan berkembangnya penyakit hemoroid. Jika terjadi prolaps atau pengenduran pembuluh darah , bantalan anal akan menonjol dan melembung saat mengejan sampai bantalan ini kembali ke posisinya.

Klasifikasi

Hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah vena yang terletak di rectum (usus bagian bawah) dan anus. Seperti dikatakan di atas, setidaknya terdapat dua jenis hemoroid, yaitu; hemoroid interna dan eksterna. Hemoroid interna dapat dikelompokkan ke dalam 4 tingkat berdasarkan progresivitas (tingkat keparahan) dan ada tidaknya prolaps atau benjolan saat BAB, yaitu:

1. Tingkat 1: terdapat hemoroid, selaput lendir bengkak, belum ada benjolan.

2. Tingkat 2: timbul benjolan waktu mengedan, yang masuk kembali dengan sendirinya.

3. Tingkat 3: timbul benjolan dan untuk masuk kembali perlu dibantu tangan.

4. Tingkat 4: benjolan yang tak dapat dimasukkan kembali.

Penyebab dan Proses Terjadinya

Hemoroid terjadi karena adanya kerusakan bantalan anus berupa pengenduran, penyumbatan dan pembengkakan. Kondisi ini menyebabkan perubahan aliran darah di lokasi tersebut, yang mengakibatkan mengumpulnya darah di pembuluh vena. Faktor-faktor berikut diperkirakan merupakan penyebab hemoroid:

a. Pola makan
Pola makan rendah serat menghasilkan kotoran yang keras, sehingga mengharuskan orang mengejan saat BAB. Ini mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan yang menyebabkan pembesaran hemoroid, yang juga dapat mengganggu aliran darah balik.

b. Kebiasaan
Duduk berlama-lama di toilet (misalnya sambil membaca) diyakini menyebabkan masalah aliran darah balik di daerah perianal (sekitar anus), menyebabkan pembesaran hemoroid. Dengan bertambahnya usia, otot dan jaringan sekitar anus menjadi lemah, sehingga lebih mudah terjadi prolaps. Hal ini bisa terjadi pada usia 30-an.

c. Mengejan dan Konstipasi
Mengejan dan konstipasi merupakan faktor utama terbentuknya tonjolan hemoroid. Penderita hemoroid memiliki tonus kanal saat istirahat yang lebih tinggi dari normal. Ini dapat diperbaiki dengan operasi, disebut dengan hemoroidektomy.

d. Kehamilan

Kehamilan membuat wanita lebih mudah mengalami hemoroid. Penyebab pastinya tidak diketahui. Namun diduga akibat perubahan hormonal dan perubahan tekanan pada rongga panggul. Kebanyakan gejala akan mereda segera setelah melahirkan.

Bagaimana Mengobatinya?

Pada dasarnya, hemoroid tidak membutuhkan pengobatan, kecuali menunjukkan gejala dan mengganggu penderita. Meski tidak mematikan seperti penyakit jantung, kanker dan stroke, penyakit ini berpotensi menurunkan kualitas hidup penderita. Rasa tidak nyaman akibat bengkak pada anus, bisa mengurangi produktivitas. Karena itu, pemberian terapi awal hemoroid akan sangat membantu meningkatkan kualitas hidup serta menghindari komplikasi. Untuk derajat tertentu, jika telah terjadi perdarahan dan prolaps, tindakan pembedahan menjadi pilihan terakhir.

Pengobatan hemoroid sendiri terdiri dari pengobatan medis dan pembedahan. Pengobatan medis terdiri dari nonfarmakologis (tanpa obat-obatan), farmakologis (dengan obat-obatan) dan tindakan minimal invasif. Pengobatan medis nonfarmakologis berupa perbaikan pola hidup yang mencakup meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi dan memperbanyak minum. Juga, mengubah kebiasaan buang air besar (defekasi). Memperbaiki defekasi, merupakan pengobatan yang selalu harus ada dalam setiap bentuk dan derajat hemoroid. Dianjurkan BAB dalam posisi jongkok dan menjaga kebersihan lokal, dengan cara merendam anus dalam air selama 10-15 menit 3x sehari. Pasien dinasehatkan untuk tidak banyak duduk atau tidur, namun banyak bergerak/jalan. Pasien harus banyak minum, 30-40 cc/kgBB/hari dan harus banyak makan serat (dianjurkan sekitar 30 gram/hari) seperti buah-buahan, sayuran, sereal dan produk tambahan serat bila perlu. Makanan yang terlalu berbumbu atau terlalu pedas harus dihindari.

Mandi di dalam bak mandi dengan air hangat, biasanya dapat mengurangi rasa sakit di daerah sekitar anus, karena dapat merelaksasi otot di sekitar anus. Kebanyakan penderita akan mengalami perbaikan hanya dengan tindakan seperti di atas. Pengobatan diarahkan hanya pada gejala dan bukan penampakan hemoroid. Jika pasien mengeluhkan nyeri hebat, kemungkinan ia menderita hemoroid eksternal akibat thrombosis (penggumpalan dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah). Ini biasanya membaik dalam 7-10 hari, tetapi jika rasa sakit terus berlangsung, dapat dilakukan tindakan pembedahan.

Pengobatan Farmakologis (dengan obat-obatan)

Pengobatan farmakologis nonspesifik meliputi pencahar, antinyeri, antiradang dan obat-obatan setempat yang mengandung anestesi local. Selain itu, obat-obatan hemoroid ada juga yang berfungsi untuk memperbaiki pembuluh darah. Tentunya dengan konsultasi ke dokter. Obat-obatan ini terbukti mengurangi gejala dan mencegah terjadinya kekambuhan.

Obat Bebas

Ada banyak obat bebas yang bisa digunakan untuk mengobati hemoroid. Ini biasanya obat yang sama yang digunakan untuk mengatasi gejala anal, seperti gatal atau tidak nyaman. Beberapa penelitian menunjukkan, obat-obatan ini tidak berdampak pada hemoroid. Obat-obatan ini hanya menurunkan gejala hemoroid.

Read 23548 times
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter