Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

13 Jul

Olah Raga Sehat di Bulan Puasa

By 
(1 Vote)
Olah Raga Sehat di Bulan Puasa

Olah raga penting untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat. A healthy mind in a healthy body. Dengan tubuh yang sehat, jiwa juga akan menjadi sehat. Bagaimana dengan bulan puasa? Apakah selama bulan puasa Anda masih tetap bisa berolahraga?

Selain perubahan komposisi makanan, selama bulan puasa juga terjadi perubahan pola dan jam makan, minum dan tidur. Perubahan tersebut akan memperlambat metabolism dan menjadikan fungsi tubuh tidak optimal. Komponen makanan disimpan selama tidur di malam hari sehingga orang yang berpuasa cenderung berat badannya naik. Olah raga menjadikan makanan yang dikonsumsi ‘diarahkan’ untuk memperbaiki otot. Jadi agar tubuh tetap fit, selama bulan puasa Anda dianjurkan untuk tetap melakukan olah raga yang biasa Anda lakukan, hanya waktunya saja yang disesuaikan.

Olah raga pada bulan puasa dapat dilakukan di pagi hari setelah shalat Subuh, di sore hari menjelang berbuka atau malam hari setelah shalat Tarawih. Setelah berolahraga, Anda tidak akan dapat segera mengembalikan cadangan glikogen yang terbakar selama berolahraga sehingga biasanya akan terasa pusing. Idealnya olah raga dilakukan 90 menit sebelum buka sehingga ketika berbuka nanti Anda
akan mendapatkan tambahan cadangan energi dan glikogen.

“Tetap melakukan olah raga merupakan cara yang sehat untuk menjalani bulan puasa, memelihara ketahanan rohani, jiwa dan fisik untuk mencapai keseimbangan.”

Anda yang menyandang diabetes tipe 1, tidak dianjurkan untuk berolahraga selama bulan puasa karena dapat menyebabkan hipoglikemia. Penyandang diabetes tipe 2 masih diperbolehkan untuk berolahraga dengan intensitas rendah dan maksimal selama 35 menit berupa aerobik dan latihan kekuatan.

Jika Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, lakukan olah raga intensitas rendah dengan denyut nadi maksimal 75%. Denyut nadi maksimal setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin dan faktor risiko kesehatan. Penderita hipertensi akan mengalami kenaikan tekanan darah selama dan setelah olah raga, dan penurunannya lebih lama dibandingkan dengan orang sehat. Tetapi jika hipertensinya terkontrol baik dengan diet dan obat-obatan pada malam hari setelah berbuka, maka pengaturan tekanan darah selama dan setelah olah raga akan lebih baik.

Tips

  • Lakukan aktivitas aerobik sedang (misalnya jalan cepat) selama minimal 30 menit , 5 kali seminggu.
  • Untuk menghindari dehidrasi, lakukan olah raga dalam ruang tertutup (indoor).
  • Segera berhenti jika terasa pusing atau mual.
  • Banyak minum air putih di malam hari setelah berbuka.

Anda yang baru mengalami cedera sebaiknya olah raga intensitas rendah selama maksimum 30 menit karena selama berpuasa tubuh Anda menggunakan lebih banyak energi selama fase pemulihan cedera maupun nyeri. Melakukan latihan aerobik selama Ramadhan dapat mengurangi lemak tubuh dan juga memperbaiki profil lemak tubuh. Untuk menghindari dehidrasi, pastikan asupan cairan Anda pada malam hari setelah berbuka cukup. Olah raga selama Ramadhan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan terhadap fungsi ginjal maupun sistem ketahanan tubuh, jadi aman untuk dilakukan.

Ingat, selalu konsultasikan jenis olah raga apa yang sesuai dengan kondisi fisik Anda, karena setiap individu memiliki ketahanan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Selamat berpuasa dan tetap berolah raga!

 

Ditulis oleh :

Dr. Erwin A. D. Nanulaitta, SpKFR
Tim Dokter Fisik & Rehabilitasi Eka Hospital Pekanbaru
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Read 15997 times
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter