Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

11 May

Stroke Akut

By 
(1 Vote)

Manajemen stroke tak cukup hanya dari satu sisi saja. Pasien memerlukan pendekatan yang komprehensif, sistematis dan terpadu. Seseorang yang terkena stroke akan menghadapi tiga pilihan risiko, yakni kematian, sembuh total dan cacat permanen. Persentase mereka mereka yang meningggal akibat stroke mencapai 20%, sedangkan yang total sembuh hanya mencapai 15-20%. Sementara itu, sebagian besar pasien yang bertahan mengalami cacat permanen.

Saat stroke datang, pasien tak bisa menawar. Ketika hal itu terjadi, makan mereka hanya memiliki periode jendela (the window) tiga hingga enam jam. Lewat dari periode tersebut, penanganan yang diberikan tak mampu memberikan hasil yang optimal. Sementara itu, pasien yang berhasil ditangani tepat waktu memiliki peluang pulih optimal hingga 50%. Jika dalam 4,5 jam pertama sudah dapat ditegakkan diagnosis stroke, terpenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, peluang untuk mencapai pemulihan optimal dapat dicapai sebanyak 50%.

Manajemen penanganan pasien stroke terbagi dua bagian, yakni pre-hospital dan in-hospital. Pre-hospital terkait degan penanganan pasien saat terserang stroke, sebelum ia ditangani secara medis. Seringkali masyarakat awam mengabaikan gejala-gejala yang dialami pasien stroke karena kurangnya pengetahuan. Kalau pun dikenali sejak dini, pasien terlambat datang ke rumah sakit karena macet diperjalanan. In-hospital terkait dengan penanganan pasien di rumah sakit. Beberapa rumah sakit memberikan penangnan yang tak tepat kepada administrasi terlebih dahulu, padahal ia harus mendapat tindakan segera karena kerusakan otak dapat terjadi dlaam waktu cepat.

Manajemen stroke Akut

Tujuan dari manajemen stroke akut secara umum adalah menurunkan morbilitas dan tingkat kematian, serta angka kecacatan untuk mencapai tujuan tersebut adalah penangan stroke secara dini, dimulai dari penanganan pre-hospital yang cepat dan tepat.
Keberhasilan penanganan stroke akut dimulai dar pengetahuan masyarakat dan petugas kesehatan, bahwa stroke merupakan keadaan gawat darurat: seperti serangan jantung atau trauma. Filosofi yang harus dipegang adalah Time Is Brain dan The Goden Hour. Dengan adanya kesamaan pemahaman bahwa stroke dan TIA (Transient Ischemic Attack) merupakan suatu kondisi gawat darurat medis (Medical Emergency), maka akan berperan sekali dalam menyelamatkan dan mencegah kecacatan jangka panjang.

Untuk mencapai itu, pendidikan dan penyuluhan perlu diupayakan terhadap masyarakat, petugas kesehatan, petugas ambulans, dan terutama para dokter yang berada di ujung tombak pelayanan kesehatan seperti di puskesmas, unit gawat darurat atau tenaga medis yang bekerja di berbagai fasilitas kesehtaan lainnya. Dengan penanganan yang benar pada jam-jam pertama, angka kecacatan stroke paling tidak akan berkurang sebesar 30%.

Penanganan Stroke pre-hospital DETEKSI

Pengenalan cepat dan reaksi terhadap tanda-tanda stroke dan TIA. Umumnya (95%) keluhan pertama pasien dimulai sejak di luar rumah sakit. Oleh kerena itu pengetahuan dan tentang gejala stroke akut dan penanganan pertama yang cepat dan benar penting untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat luas (termasuk pasien dan orang terdekat dengan pasien).

Dan petugs kesehatan professional (dokter umum, reseptionis RS, perawat penerima telepon atau petugas gawat darurat), tenaga medis atau doker yang terlibat di unit gawat darurat atau pada fasilitas pre-hospital. Konsep ‘Time is Brain’ berarti pengobatan stroke merupakan keadaan gawat darurat . Jadi keterlambatan pertolongan pada fase pre-hospital harus dihindari dengan pengenalan keluhan dan gejala stroke bagi pasien dan orang terdekat. Pada setiap kesempatan, pengetahuan mengenai keluhan stroke terutama pada kelompok risiko tinggi ( hipertensi, atrial fibrasi, kejadian vascular lain dan diabetes) perlu disebarluaskan. Keterlambatan manajemen stroke akut dapat terjadi pada beberapa tingkat. Pada tingkat populasi, hal ini dapat terjadi kaena ketidaktahuan keluhan stroke dan kontak pelayanan gawat darurat.

Beberapa gejala atau tanda yang mengarah kepada diagnosis troke antara lain kelemahan atau kelumpuhan sebelah anggota gerak/hemiparesis, kesemutan atau baal-baal sesisi tubuh, bicara pelo atau cadel/disartria, buta mendadak, penglihatan dobel/diplopia, pusing berputar/vertigo, kejang-kejang sampai penurunan kesadaran yang semuanya terjadi secara mendadak. Untuk memudahkan digunakan istilah FAST (Facial movement, Arm movement, Speech, Tima is critical).

PENGIRIMAN PASIEN

Bila sesorang dicuriagi terkena serangan stroke, maka segera panggil ambulans gawat darurat. Ambulans gawat darurat sangat berperan penting dalam pengiriman pasien ke fasilitas yang tepat untuk penanganan stroke. Semua tindakan dalam ambulans pasien hendaknya berpedoman pada protocol.

TRANSPORTASI/AMBULANS

Utamakan transportasi untuk pengiriman pasien ke rumah sakit yang dituju. Petugas ambulans gawat darurat harus mempunyai kompetensi dalam penilaian pasien stroke pre-hospital.

PILIH FASILITAS PELAYANAN STROKE YANG KEOMPREHENSIF

Pilihlah fasilitas kesehatan yang mempunyai jaringan pelayanan kemprehensif tanggap darurat stroke, mulai dari unit gawat darurat, stroke unit atau ICU sebagai tempat tujuan penanganan definitif pasien stroke. Eka hospital memiliki Stroke Center, yaitu layanan terpadu tanggap darurat stroke, yang siap melayani pasien 24 jam 7 hari dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis kompeten.

Panaganan Stroke In-hospital

Untuk memberikan pelayanan manajemen stroke secara komprehensif, sistematis dan terpadu, Eka Hospital menyediakan layanan stroke center untuk memastikam penanganan stroke berdasarkan standar/protocol manajemen sesuai bukti klinis terkini. Kompnonen utama dalam system manajemen stroke terpadu adalah Team Work Approach yang meliputi berbagai disiplin professional medis terkait, seperti dokter-dokter spesialis saraf, bedah saraf, neurointervensi, spesialis jantung dan pembuluh darah,rehabilitasi medik, gizi klinik, psikiater/psikologi, tim dokter UGD an Unit Stroke, serta perawat mahir stroke.

Program Stroke Center di Eka Hospital meliputi komponen majanemen stroke sebagai berikut:

  • Manajemen stroke akut di UGD unutk memastikan terapi rekanalisasi dengan pemberian obat thrombosis Rtpa (Recombinant Tissue Plasminogen Activator) dalam kurun waktu kurang dari 3 jam dari serangan gejala stroke infark atau tindakan medis lain yang sesuai dengan prosedur standar.
  • Perawatan stroke akut dalam unit perawatan khusu, yang mengintregasikan manajemen stroke akut, pencegahan kompikasi pasca stroke, pencegahan stroke ulang, dan neurorehabilitasinya di dalam suatu unit stroke (Stroke Unit).
  • Tindakan medis operatif dan kateterisasi pada otak/angiografi maupun untuk tinakan konekasi gangguan pembuluh darah otak seperti trombektomi mekanik atau pemasangan cincin/stent, atau tindakan bedah saraf untuk mengurangi tekanan dalam otak akibat perdarahan/infark otak luas.
  • Program perencanaan mengakhiri proses peratan pasien stroke akut di RS dan mempersiapkannya untuk melanjutkan proses perawatan di rumah, dikenal sebagai program Discharge Planning.
  • Program pendampingan pasien paske stokr, keluarga pasien pasca stroke dan individu sehat yang peduali terhadap pencegahan stroke dalam suuatu kelompok peduli stroke ( Stroke Awaeness Club)

Berhadapan dengan stroke, maka pilihan terbaik dan paling bijaksana adalah mencegahnya. Namun harapan terbaik bagi penderita stroke dapat diperolah melalui deteksi dini dan penanganan fase akut secara komprehensif, sistematik, dan terintergitasi dalam suatu system Manajemen Stroke Terpadu (Stokr Center) di Rumah Sakit, EkaHospital Stroke Center memberikan layanan lengkap mulai dari pencegahan melalui deteksi din, manajemen stroke akut, hingga perawatan paska stroke.

Ditulis oleh :

Dr. A. Andy Atmaja, Sp.s M.Kes
TIM DOKTER SPESIALIS SARAF EKA HOSPITAL
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Read 20822 times
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter