Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

20 Jun

Langkah Awal Melahirkan Anak Sehat

By 
(1 Vote)

Menikah dan mempunyai keturunan adalah mimpi setiap orang, terlebih bila anak yang dilahirkan sehat dan cerdas. Karena itu premarital check up sudah sepatutnya dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Dari situ sejauh mana kesiapan psikis dan fisik kedua pasangan, gangguan dan penyakit apa saja yang berpotensi mengganggu kehamilan dan kelahiran, semua akan terlihat dan dapat ditangani sejak dini. Premarital check up juga bisa dikatakan sebagai proses mengenal pasangan lebih dalam, karena masing-masing individu tidak pernah tahu riwayat orang yang kelak akan menjadi pasangannya.

Melalui premarital check up, kesehatan reproduksi dan genetika akan diperiksa secara menyeluruh. Selanjutnya hasilnya akan menjadi rujukan untuk merencanakan kehamilan setelah menikah. 

Pemeriksaan Apa yang Dilakukan dalam Premarital Check Up?

Premarital check up melingkupi pemeriksaan status generalis, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang. Pertama, secara general dilakukan pemeriksaan seperti tensi darah dan berat badan. “Berat badan mengacu pada body mass index. Bila tekanan darah tinggi dan termasuk ke dalam kriteria obesitas, ini akan jadi masalah. Dampaknya pasangan akan sulit mempunyai anak.

Berikut ini pemeriksaan Premarital Check Up :

  1. Kelainan Darah Seperti : Anemia detisiensi besi dan asam folat. Di Indonesia masih banyak penderita Anemia defisiensi besi dan Asam Folat. Pada beberapa penelitian dikatakan bahwa defisiensi besi dapat menurunkan IQ anak. Sedangkan defisiensi Asam Folat dapat memicu kelainan pada tabung syaraf tulang belakang.
  2. Kelainan Metabolik : Diabetes mellitus dan kelainan fungsi kelenjar thyroid . Dua penyakit ini sering dijumpai bila diketahui lebih dini tentu dapat diantisipasi sehingga gangguan fasilitas ataupun dampak buruk pada kehamilan dapat dicegah.
  3. Kelainan Akibat Infeksi : Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap infeksi, sementara dampak terhadap fertilisasi dan kehamilan sangat besar seperti adanya kelainan pada bayi. Adapun pemeriksaan terhadap infeksi meliputi test terhadap PHS (Penyakit Hubungan Sexsual), Hepatitis Kronik, HIV, dan infeksi terhadap Toxoplasma, Rubella, Cyromegalovirus, HSV, dan HSV2 (sering disebut dengan pemeriksaan TORCH).

Pemeriksaan pramarital sebaiknya dilakukan pada 3-4 bulan sebelum pernikahan, hal itu dianjurkan agar mempunyai waktu untuk menangani dan menindak lanjuti bila terjadi kelainan dan diharapkan dapat melakukan persiapan agar mendapatkan keturunan yang berkualitas.

Ditulis oleh

Dr. Indrawati Dardiri, Sp.OG –  (Spesialis Obstetrik dan Ginekolog)

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Read 28854 times
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter