Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Monday, 25 July 2016 00:00

Asma Pada Anak

Apa penyebab dan bagaimana mencegahnya?
Penyakit asma merupakan penyakit kronis dijumpai pada anak. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Pada orang dewasa gejala asma sangat khas, sebaliknya pada anak penyakit tersebut kadang sulit ditentukan, karena kemiripannya dengan penyakit saluran napas lainnya. Mari kita kenali asma lebih dalam lagi agar penanganannya dapat dilakukan secara optimal, demi kenyaman si kecil.

Apa yang dimaksud dengan asma?
Asma adalah suatu kondisi yang kronis dimana terjadi penyempitan dan pembengkakan saluran nafas, disertai produksi lender yang berlebihan dari saluran napas tersebut. Kondisi ini menyebabkan anak sulit bernapas, timbul gejala batuk, serta napas yang sesak dan berbunyi seperti siulan (mengi). Asma biasanya timbul karena adanya pencetus yang spesifik. Bentuk serangan asma pada sebagian anak dapat berupa serangan berat hingga menimbulkan ancaman henti nafas.

Apakah bayi dan balita dapat terkena penyakit asma? Anak usia berapa yang rentan mengalami asma?
Asma dapat menyerang tanpa memandang usia, bahkan usia balita sekalipun. Akan tetapi umumnya anak dengan usia sekolah (6tahun) adalah usia yang mulai sering ditemukan terserang asma. Pada anak-anak usia 3 tahun pertama, perlu diperhatikan adanya gejala mengi pada infeksi saluran nafas yang menyerupai asma. Namun mengi akibat infeksi virus saluran pernafasan yang berulang pada anak di usia 3 yahun pertama, dengan disertai eksim/ruam (dermatitis atopi) dan riwayat asma dalam keluarga, dapat memiliki risiko mengalami asma di kemudian hari.

Apakah penyakit asma bersifat genetik?
Ya, asma merupakan penyakit akibat kelainan genetik. Risiko terjadinya asma semakin tinggi bila ada riwayat anggota keluarga, baik orangtua atau saudara kandung dengan asma. Serangan asma tidak hanya berdiri tunggal. Maksudnya adalah, serangan dapat terjadi bila ada infeksi yang komplesk antara faktor genetik dan faktor lingkungan sebagai pencetus.

Bagaimana cara mencegah terjadinya serangan asma pada anak?
Agar anak dapat terhindar dari serangan asma, dapat dilakukan pencegahan dengan menghindari factor-faktor pencetus, seperti: kondisi lingkungan (udara dingin, polusi, hujan) infeksi saluran nafas atas, exercise (olah raga yang dapat memicu asma), serta allergen dan iritan seperti tungau debu rumah, serbuk sari, kecoa, bulu kucing dan anjing, jamur, parfum dan asap rokok.
Pemberian obat-obatan setiap hari oleh dokter sebagai penanganan jangka panjang juga dapat mencegah serangan asma, khususnya pada anak penderita asma yang sering kambuh atau asma persisten.

Bagaimana penyakit asma dapat diketahui sedini mungkin pada anak?
Penyakit asma pada anak dapat diketahui dari gejala-gejala yang timbul, yaitu batuk, mengi, sesak nafas, yang sering terjadi karena ada faktor-faktor pencetus, diantaranya adanya riwayat atopi (alergi atau asma dalam keluarga), gender (laki-laki lebih sering daripada perempuan), obesitas, infeksi saluran nafas, asap rokok dan terpapar dengan allergen.
Pemeriksaan dengan alat spirometer dan/atau peak flow meter untuk menguji fungsi paru dapat dilakukan hanya pada anak mulai usia 6 tahun ke atas. Sementara pada anak di bawah 6 tahun, biasanya pengujian dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan pada anak yang dicurigai asma untuk memastikan diagnosis.

Apa tindakan pertama yang harus dilakukan pada anak dengan serangan asma?
Pertolongan pertama yang terbaik adalah segera bawa ke rumah sakit terdekat, karena sesak nafas akibat penyempitan saluran nafas harus diatasi secepat mungkin. Pemberian oksigen dan terapi inhalasi menggunakan obat-obatan yang berfungsi melebarkan saluran nafas akan dilakuan oleh dokter. Pada kasus asma serangan barat seringkali diperlukan perawatan rumah sakit.
Sementara itu, pada kasus asma dengan serangan ringan dan keluarga telah terlaitih, tindakan di rumah untuk pertolongan pertama dapat dilakukan bila tersedia obat inhalasi dengan metode inhalasi dosis terukur atau terapi inhalasi dengan menggunakan alat nebulizer. Bila belum teratasi segera ke rumah sakit terdekat. Setelah sesak teratasi, dianjurkan kontrol ke dokter anak untuk penangan asma jangka panjang bila diperlukan.

Asma terkendali adalah asma yang tidak bergejala dengan/atau tanpa obat pengendali dan kualitas hisup pasien baik

Bagaimana anak dengan asma dapat disembuhkan, dan apakah asma dapat kambuh kembali?
Anak dengan asma tidak dapat sembuh total. Selain itu asma merupakan penyakit kronis sehingga sangat mungkin dapat kambuh, terutama bila tidak disiplin menghindari faktor-faktor pencetus atau mengurangi faktor risiko. Oleh karena itu tujuan dari penanganan asma yang benar adalah bukan sembuh, tetapi terkendalinya penyakit. Asma terkendali adalah asma yang tidak bergejala dengan/atau tanpa obat pengendali dan kualitas hidup pasien baik.

Ditulis Oleh:

Dr. Pingkan Palilingan, Sp.A.
TIM DOKTER SPESIALIS ANAK, EKA HOSPITAL BSD

Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

 

Published in Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter