Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Apakah Penyebab jantung bengkak ?

1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi memicu jantung bekerja lebih ekstra, jika kondisi ini terus berlanjut maka risiko mengalami jantung bengkak otomatis menjadi semakin tinggi. Namun sayangnya, sebagian besar pengidap tekanan darah tinggi jarang sekali yang menyadari akan hal tersebut dikarenakan tekanan darah tinggi yang jarang memperlihatkan gejala. Kami rekomendasikan untuk memeriksakan kondisi tekanan darah dengan rutin ke dokter, sehingga Anda dapat dengan mudah mengetahui tekanan darah dengan pasti. Selain itu, jikalau terjadi tekanan darah tinggi bisa langsung ditangani dengan langkah yang tepat.

2. Jarang melakukan olahraga

Memang cukup disayangkan, mengingat olahraga merupakan hal yang sederhana dan menyehatkan, namun hanya sedikit dan jarang sekali yang melakukannya secara rutin karena masih dianggap hal yang sepele dan malas. Padahal tubuh yang jarang mengeluarkan keringat mempunyai risiko lebih tinggi mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Selanjutnya, obesitas ini semakin mendekatkan kepada terjadinya pembengkakan jantung karena jantung harus bekerja lebih keras lagi, dan ketika jantung terus menerus bekerja keras, maka akan berpotensi mengalami penyakit jantung bengkak. Bahkan bukan hanya itu saja, jarang olahraga juga dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner dan darah tinggi. Jarang berolahraga berarti membiarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan menumpuk dalam tubuh. Disamping itu, jarang olahraga juga menjadikan metabolisme tidak berjalan dengan semestinya. Sehingga pada akhirnya, lemak menjadi menumpuk pada pembuluh darah, lama kelamaan hal tersebut akan mempersempit pembuluh darah.

3. Mengalami kelainan pada jantung sejak lahir

Kita yang lahir dengan normal patutnya bersyukur, karena ada beberapa orang yang lahir dengan keadaan sudah mengalami kelainan pada jantung mereka. Kelainan itu biasa disebut sebagai penyakit jantung bawaan. Contohnya seperti jantung bocor, jantung harus bekerja lebih keras lagi agar fungsinya dapat berjalan dengan baik, dan pada akhirnya berpotensi mengalami jantung bengkak.

4. Lemahnya otot jantung

Keadaan seperti serangan jantung dapat menyebabkan otot jantung menjadi lemah. Nah, kondisi tersebut menjadikan jantung harus bekerja lebih keras lagi agar darah dapat dipompa ke seluruh tubuh. Jika jantung terus menerus bekerja dengan keras, maka efek sampingnya adalah semakin tingginya risiko pembengkakan jantung itu sendiri.

5. Adanya kerusakan pada katup jantung

Lagi lagi, setiap terjadinya kerusakan atau gangguan, jantung harus menyesuaikan diri dan bekerja lebih keras untuk menjaga agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Dan, adanya kerusakan pada katup jantung ini, juga berpontensi tinggi terhadap penyakit jantung bengkak. Adanya kerusakan pada katup jantung tersebut diakibatkan karena demam rematik atau bisa juga disebabkan oleh faktor lain. Jantung bekerja lebih keras dalam jangka waktu yang cukup lama dapat meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan pada jantung. Dari semua penyebab tersebut, dapat disimpulkan bahwa jantung bengkak merupakan suatu kondisi lanjutan dari berbagai macam penyakit lain yang sudah lebih dahulu terjadi pada tubuh penderitanya. Hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi. Bahkan bukan hanya pada kasus jantung bengkak saja, kebanyakan penyakit lain juga hampir serupa penyebabnya, yaitu disebabkan komplikasi dari penyakit lain. Dan hal yang paling mengerikan adalah efek dari jantung bengkak itu sendiri, yakni dapat mengalami pembekuan darah dan kesulitan bernapas. Maka dari itu, sudah selayaknya untuk menjaga agar jantung Anda senantiasa dalam keadaan sehat, sehingga penyakit seperti jantung bengkak tidak hinggap pada tubuh Anda.

Bagaimana Dokter Mendiagnosa Adanya Kardiomegali ?

Jika Anda merasakan gejala-gejala kardiomegali, temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Untuk gejala sesak napas parah, nyeri di dada, atau bahkan pingsan, tindakan medis perlu segera dilakukan karena bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda-tanda serangan jantung. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop karena jantung yang membesar dapat mengeluarkan suara yang tidak normal.
Untuk mengetahui ketebalan otot jantung, ukuran, dan fungsi pompa, dokter bisa melakukan tes lanjutan yang disebut ekokardiogram. Selain itu, untuk membantu mencari penyebab kardiomegali, dokter dapat melakukan tes darah, terutama pada kasus gagal jantung kongestif, penyakit HIV, dan gangguan tiroid.

Metode pemeriksaan lain yang juga dapat dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kardiomegali adalah:

  • Rontgen thorax (x-ray dada
  • CT scan
  • MRI scan
  • Kateterisasi jantung
  • Biopsi jantung

Pengobatan Kardiomegali

Kardiomegali lebih baik ditangani sedini mungkin ketika gejala-gejalanya baru terdeteksi agar tingkat keberhasilan bisa lebih tinggi. Pengobatan kardiomegali dapat mencakup pemberian obat atau pembedahan, tergantung dari tingkat keparahan kondisi yang menyebabkannya.
Sebagai contoh, dokter mungkin akan meresepkan obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) dan obat penghambat beta (beta blocker) untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Apabila pasien tidak bisa mengonsumsi obat-obatan tersebut karena suatu faktor (terutama ACE inhibitor), kemungkinan dokter akan menggantinya dengan obat penghambat reseptor angiotensin (ARB).

Untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan fungsi pompa dan ritme jantung, obat-obatan seperti digoxin dan antiaritmia kemungkinan akan diresepkan. Apabila pasien menderita stroke atau serangan jantung, obat antikoagulan dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah. Untuk mengurangi tekanan pada jantung akibat air dan sodium, kemungkinan dokter akan meresepkan obat diuretik.

Peluang keberhasilan pengobatan kardiomegali akan lebih besar jika didukung dengan perubahan ke arah gaya hidup sehat, misalnya rutin berolahraga, menurunkan berat badan hingga ke takaran ideal, membatasi konsumsi garam, tidur cukup tiap malam (dianjurkan 8 jam), berhenti merokok, serta tidak atau meminimalisir konsumsi kopi dan minuman beralkohol.
Selain itu, disarankan untuk selalu memonitor level tekanan darah apabila Anda menderita hipertensi. Jika Anda sakit diabetes, pemeriksaan rutin terhadap kadar gula darah juga harus dilakukan.

Apabila pemberian obat-obatan tidak cukup ampuh dalam mengatasi penyebab kardiomegali, maka prosedur operasi kemungkinan akan ditempuh. Sebagai contoh, apabila kardiomegali berkaitan dengan ketidaknormalan detak jantung, maka dokter dapat melakukan prosedur bedah penanaman alat pengendali detak jantung (implantable cardioverter-defibrillator/ICD) pada kasus detak jantung yang terlalu cepat dan left ventricular assist device/LAVD pada kasus detak jantung lemah. Untuk kasus penyakit jantung koroner yang tidak bisa lagi ditangani dengan obat-obatan, langkah alternatif ditempuh dengan operasi bypass jantung. Begitu pula dengan penerapan operasi pada katup jantung yang bermasalah.
Apabila dokter melihat bahwa masalah pada jantung yang mendasari terjadinya kardiomegali tidak bisa lagi ditangani dengan cara apa pun, maka solusi terakhir biasanya adalah melalui transplantasi atau pencangkokan jantung.

Sumber:

  1. http://digiyan.com/kesehatan/jantung/penyebab-jantung-bengkak-dan-gejalanya/
  2. http://www.elifmedika.net/2015/11/kardiomegali-atau-pembengkakan-jantung-dan-penanganannya.html
  3. http://www.alodokter.com/kardiomegali
  4. http://mediskus.com/penyakit/jantung-bengkak
Published in Sehati

Apakah Pembengkakan Jantung itu?

Jantung adalah organ yang sangat penting sekali bagi kelangsungan hidup manusia, jika organ ini tidak berfungsi maka manusia tidak akan bisa bertahan hidup, jadi penting sekali menjaga jantung sejak dini. Pada kesempatan kali ini akan dibahas pengertian tentang jantung bengkak yang dalam bahasa medisnya disebut kardiomegali.
Kardiomegali adalah kondisi ketika jantung mengalami pembesaran. Istilah ini menggambarkan suatu gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit yang mendasari. Orang yang mengalami kardiomegali dapat merasakan gejala jantung berdebar atau palpitasi, sesak napas, tubuh terasa lelah, kenaikan berat badan, lingkar perut yang bertambah, dan pembengkakan di kaki Ukuran jantung si penderita akan lebih besar dibandingkan dengan ukuran jantung pada umumnya. Untuk dapat mengetahuinya, bisa melakukan tindakan rontgen dada.

Terjadinya pembengkakan pada jantung disebabkan karena adanya pembesaran otot jantung atau bisa juga disebabkan karena menumpuknya cairan darah karena adanya bendungan pada ruang jantung. Jika sudah terjadi kondisi tersebut, maka akan berpontensi mengalami gagal jantung, yang mana jantung tidak dapat berfungsi secara optimal, akibatnya darah tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh.

Mengapa jantung bisa bengkak?

Adanya kerusakan yang terjadi pada otot jantung yang menyebabkan terjadinya jantung bengkak. Kerusakan otot ini dapat terjadi dikarenakan otot jantung yang melonggar sehingga mengakibatkan volume bilik jantung menjadi membesar (kardiomegali dilatasi) dan disebabkan karena adanya penebalan yang terjadi pada otot jantung (hipertrofi). Kardiomegali juga mempunyai jenis utamanya yaitu Kardiomiopati dilatasi yang merupakan suatu kondisi di mana otot jantung mengalami penipisan. Dalam kasus ini, ventrikel atau kedua sisi jantung mengalami penipisan dan meregang, sehingga mengakibatkan organ jantung mengalami pembesaran.

Sementara kardiomegali hipertrofi merupakan suatu keadaan di mana sisi kiri dari organ jantung mengalami penebalan. Keadaan ini paling banyak dipicu oleh hipertensi (tekanan darah tinggi) sehingga mengakibatkan hipertrofi (sisi kiri organ jantung) mengalami pembesaran. Dalam tahap awal pebentukannya, jantung yang sudah membengkak masih bisa memompa darah dengan normal, namun dengan berkembangnya pembengkakan, kinerja atau kemampuan organ jantung dalam memompa dan menyebarkan darah semakin berkurang sehingga dapat mengakibatkan kegagalan jantung. Hal apa saja yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung bengkak? Mungkin pertanyaan itu yang seringkali muncul di benak Anda.

Sumber:

  1. http://digiyan.com/kesehatan/jantung/penyebab-jantung-bengkak-dan-gejalanya/
  2. http://www.elifmedika.net/2015/11/kardiomegali-atau-pembengkakan-jantung-dan-penanganannya.html
  3. http://www.alodokter.com/kardiomegali
  4. http://mediskus.com/penyakit/jantung-bengkak
Published in Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter