Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Monday, 24 August 2015 00:00

Bahaya NAPZA Mengintai Anak

Hukuman mati belum memberikan efek jera bagi para pengedar narkotika di tanah air. Orangtua mau tidak mau harus siap dan waspada akan bahaya NAPZA yang mengintai anak-anak. Berikut beberapa informasi mengenai NAPZA yang penting diketahui orangtua.

Apa tanda-tanda anak yang mulai menggunakan obat-obat terlarang/psikotropika?
Obat terlarang, yang kini dikenal dengan istilah NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif) merupakan zat yang menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, serta fungsi sosial, jika masuk ke dalam sistem tubuh manusia, serta dapat mengakibatkan ketagihan dan ketergantungan. Ciri-ciri ketergantungan NAPZA yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Fisik: jalan sempoyongan, bicara cadel, nafsu makan tidak menentu, acuh tak acuh, mengantuk, tidak peduli terhadap kebersihan tubuh, gigi kropos, terdapat bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain, dan bila terjadi overdosis timbul gejala nafas sesak, denyut jantung dan nadi melambat, kulit dingin, nafas melambat/berhenti, serta dapat mengakibatkan kematian.
  • Psikis: agresif, paranoid, emosional, membangkang, serta lebih tertutup.
  • Perilaku/sosial: tidak dapat bertoleransi, enggan bergaul, melupakan tanggung jawab rutin, mulai berbohong, serta cepat kehabisan uang saku.

Jenis NAPZA apa saja yang umum beredar di kalangan anak/remaja, dan apa ciri-cirinya?

  • Narkotika: zat yang menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi/menghilangkan nyeri, dan menimbulkan ketergantungan. Contohnya adalah morfin, heroin, petidin, ganja, dll.
  • Psikotropika: zat stimulan yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh selektif terhadap susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan aktivitas mental dan perilaku tertentu. Contohnya adalah ekstasi, amfetamin, dll.
  • Zat Adiktif: zat di luar narkotika dan psikotropika, namun juga bersifat psikoaktif. Contohnya adalah minuman berakohol, dan inhalasia (lem, thinner, nail remover, bensin, dll.).
  • Dirty Drugs: Campuran dari beberapa zat/obat sekaligus. Contohnya: Happy Five, dll.

Faktor apa saja yang dapat memicu penggunaan obat terlarang pada anak?

  • Faktor pribadi, antara lain: Ketidaktahuan, kurang pengendalian diri, emosi yang belum stabil, kurang penghargaan terhadap diri sendiri, kurang percaya diri, tertutup.
  • Faktor lingkungan keluarga dan sosial, antara lain:
  • broken home, orangtua yang otoriter, orangtua yang permisif, terpengaruh teman, masyarakat sekitar yang kurang peduli terhadap perkembangan NAPZA di lingkungan.
  • Faktor media, dimana paparan informasi sangat mempengaruhi masyarakat, termasuk anak.

PANTAU PERGAULAN ANAK
Anak adalah mahluk yang masih memerlukan bimbingan dan perlindungan orang tua. Jangan biarkan anak masuk ke dalam lingkungan pergaulan yang tidak baik dan kehilangan arah dalam meniti hidup mereka. Orangtua mengemban tanggung jawab penuh untuk membimbing anak-anak meniti hidup dan mempersiapkan masa depan mereka.

Bagaimana membekali anak, terutama anak yang berasal dari keluarga kurang harmonis/broken home?
Memberikan fondasi yang kuat berupa pendidikan agama dan moral secara konsisten sangat penting untuk membentengi anak. Orangtua juga hendaknya mengisi waktu luang bersama anak dengan memaksimalkan komunikasi meskipun orangtua berpisah.

Lingkungan yang seperti apa yang memiliki pengaruh kurang baik terhadap anak, terutama dalam hal pergaulan bebas?
Jaga anak untuk tidak masuk ke dalam lingkungan yang dapat memberikan pengaruh/contoh kurang baik, seperti pergaulan bebas, yang belum pantas bagi anak-anak, karena mereka belum dapat membentengi diri.

Apakah ada perilaku tertentu yang perlu diwaspadai oleh orangtua?
Orangtua sebaiknya harus selalu waspada, apapun  perubahan perilaku anak yang terjadi, terutama perilaku yang tidak sesuai dengan standar norma-norma serta etika. Contoh perilaku yang harus diwaspadai adalah suka berbohong, bolos sekolah, berkelahi, atau sering mengurung diri.

Bagaimana cara memilah ruang pergaulan anak, tanpa membuat anak merasa dikekang?
Sebaiknya orangtua berperan aktif memilih ruang pergaulan anak. Pilihlah ruang pergaulan yang positif, dimana terjalin kerjasama antar individu untuk menghasilkan hal-hal yang positif pula. Hal terpenting adalah komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.

Dengan demikian orangtua dapat memberikan informasi mengenai hal-hal yang baik kepada anak, dan sebaliknya anak dapat mengekspresikan perasaannya tanpa merasa takut. Komunikasi yang baik juga dapat menjadi salah satu benteng yang mampu melindungi anak dari pengaruh lingkungan yang kurang baik.

Bagaimana cara memonitor perilaku anak, tanpa membuat mereka terintimidasi?
Orangtua sebaiknya mengawasi dan memonitor perilaku anak, namun tetap memberikan mereka kebebasan dalam koridor tertentu. Artinya, pergaulan mereka harus dibatasi dan didampingi, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Pembatasan dan pendampingan tersebut termasuk akses internet, sosial media, juga lingkungan sosial yang dapat memberikan pengaruh negatif bagi anak.

Pada usia berapa sebaiknya pergaulan anak mulai diawasi?
Sejak anak sudah mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial pada usia 2 tahun keatas, orang tua harus mulai mengawasi pergaulannya. Mengapa? Karena pada saat usia tersebut anak bagaikan sponge dapat menyerap dengan mudah apa yang dilihat dan didengar dan membuat anak cenderung untuk meniru.

CARI BANTUAN PARA AHLI
Orang tua adalah manusia yang tidak luput dari kekurangan. Jangan sungkan dan segan mencari bantuan dari para ahli, psikolog, psikiater, maupun pemuka agama, jika orangtua mengalami kesulitan dalam menangangi masalah perilaku anak. Bantuan yang diberikan para ahli yang kompeten akan meringankan beban orang tua, sehingga diharapkan dapat memberikan solusi terbaik bagi permasalahan anak.

Ditulis oleh :

Dr. Guntara Hari, SpKJ – Tim dokter spesialis Kesehatan Jiwa
Siti Sa’diah Syam, M.Psi – Tim Psikologis Klinis
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Published in Sehati

Globalisasi identik dengan berkembangnya teknologi multimedia (gadget) yang memudahkan setiap orang untuk mendapatkan informasi dari  internet, baik yang positif maupun negatif. Teknologi yang beberapa dekade lalu hanya dapat diakses oleh segelintir orang, kini telah dapat dinikmati oleh banyak kalangan, tidak terkecuali anak-anak. Bukan hanya pengaruh negatif informasi dari internet, bahaya lain yang mengintai anak adalah NAPZA dan pergaulan bebas. Bagaimana orang tua menyikapi pengaruh globalisasi ini?

GADGET DAN ANAK
Hampir setiap keluarga memiliki gadget yang cukup canggih dewasa ini. Rasanya ada yang kurang tanpa kehadiran alat komunikasi di tangan. Tidak ada yang salah dengan kebiasaan menggunakan gadget, namun diperlukan kearifan dalam mengakses informasi dari piranti ini, terutama bagi anak-anak.
Benarkah bahwa paparan teknologi, dalam hal ini piranti elektronik, lebih banyak dampak negatifnya dibandingkan positifnya?

Tidak. Teknologi merupakan alat yang bersifat netral, jadi penggunaannya, baik positif maupun negatif, tergantung pada isi dan orang yang memakainya. Contohnya adalah internet, sebagai dunia maya atau dunia tersendiri yang menampung banyak sekali informasi, ia berguna untuk berkomunikasi dan membagikan ilmu pengetahuan. Sayangnya, di antara informasi tersebut, terdapat pula kandungan negatif seperti pornografi dan paham-paham radikal yang berbahaya. Kebijaksanaan dari pengguna teknologi sangat berperan untuk memilah-milah informasi positif dari informasi negatif tadi.

Usia berapa sebaiknya anak dapat mulai diperkenalkan dengan gadget?
Sebaiknya sedini mungkin seorang anak dapat mengenal gadget, ia sudah boleh diperkenalkan dengan alat tersebut untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya. Untuk mengenalkan gadget bisa dimulai di usia 5 Tahun, dan hanya bersifat edukatif. Pada usia ini tahap perkembangan kognitif anak berada pada tahap preoperasional. Sebagai bagian dari perkembangan teknologi, gadget sangat berguna bagi anak untuk mempelajari hal-hal baru yang bersifat edukatif, seperti mengenal benda, berhitung, juga membaca. Yang harus dibatasi adalah akses gadget tersebut terhadap internet, karena anak-anak sangat rentan terpengaruh informasi negatif.

Apa saja yang perlu diperhatikan oleh orang tua, ketika anak mulai berinteraksi dengan gadget?
Yang penting diperhatikan adalah bahwa informasi yang diberikan kepada anak bersifat positif dan edukatif. Selain itu “ aturan main” dan kesiapan anak dalam menerima informasi dari gadget dengan memperhatikan faktor keamanan, kemanfaatan, kepantasan, efek perkembangan dan pengaruhnya pada anak juga sangat penting diperhatikan.

Bagaimana penggunaan gadget secara bijaksana agar tidak memengaruhi perilaku normal anak?
Ingat bahwa penggunaan gadget hanyalah salah satu dari aktivitas anak, bukan fokus utama. Anak-anak juga perlu bermain bersama orangtua dan teman sebayanya. Jangan biarkan anak terpaku pada gadget secara berlebihan sehingga ia kecanduan pada alat tersebut dan mengalami defisit kognitif, perilaku dan emosi. Seimbangkan dengan kegiatan lain seperti bermain bola, art and craft, dll, sesuai dengan karakter, hobi, kebutuhan dan kemampuan anak.

 

Ditulis oleh :

Dr. Guntara Hari, SpKJ – Tim dokter spesialis Kesehatan Jiwa
Siti Sa’diah Syam, M.Psi – Tim Psikologis Klinis
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Published in Sehati

Demam, adalah salah satu gejala / keluhan yang sering dikeluhkan oleh anak kita dari usia beberapa bulan hingga beranjak remaja. Dalam tulisan ini akan coba membahas beberapa langkah awal yang perlu diperhatikan oleh orangtua/keluarga untuk menanggani demam. Kuncinya adalah jangan panik.

Demam

Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh tubuh melebihi normal (temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat  Celcius) sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:

  • Suhu rektal lebih dari 38ºC
  • Suhu oral lebih dari 37.5ºC
  • Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
  • Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
  • Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC

Penyebab demam

Apakah yang menyebabkan demam ?  Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit contohnya  virus, parasit, atau bakteri.

  • Beberapa imunisasi anak-anak juga dapat menyebabkan demam. Kapan demam akan timbul tergantung dari vaksinasi yang diberikan (biasanya imunisasi DTP, HiB, dan MMR).
  • Menurut Penelitian, tumbuh gigi pada anak tidak menyebabkan demam.

Bagaimana cara mengukur suhu yang baik.

Mengukur suhu dengan menggunakan tangan pada dahi, pipi, ataupun perut bukanlah cara yang baik dalam mengukur demam pada anak, cara paling akurat adalah dengan suhu rektal.

Anda sebaiknya mengukur peningkatan suhu pada anak menggunakan termometer untuk meyakinkan bahwa anak Anda terkena demam.  Beberapa pengukuran yang baik menurut umur anak anda adalah

  • Untuk Usia < 3 bulan, pengukuran dilakukan melalui ketiak
  • Untuk Usia > 6 bulan, pengukuran di telinga
  • Untuk Usia > 5 tahun, pengukuran suhu dimulut, usahakan disaat pengukuran anak tidak baru saja makan sesuatu yang panas atau sesuatu yang dingin karena akan menimbulkan bias pada pengukuran .

Pemilihan thermometer :

  1. Termometer digital : merupakan pemilihan thermometer yang paling aman untuk anak usia < 5 tahun.
  2. Termometer Raksa : lebih akurat daripada thermometer digital, tetapi memiliki bahaya oleh karena mercury yang terdapat didalamnya.

Note* : dalam pengukuran suhu balita, kita tidak memerlukan keakuratan dalam skala 0.1, oleh sebab itu pemilihan thermometer yang terbaik untuk anak dibawah usia 5 tahun adalah thermometer digital.

Tindakan awal di saat demam

  • Pergunakan baju yang tipis supaya tidak menambah suhu anak.
  • Gunakan Obat penurun panas untuk membantu dia istirahat, beberapa obat penurun panas yang dapat digunakan
    • Parasetamol sesuai dengan dosis, dapat diberikan setiap 6 jam.
    • Ibuprofen, mohon didiskusikan terlebih dahulu kepada dokter keluarga anda.
  • Kompres menggunakan air hangat pada dahi, ketiak, dan dada untuk membantu absorbs panas dari badan
  • Jangan menggunakan alcohol sebagai alat kompres.
  • Selimut tipis dapat digunakan jika anak mengiggil atau terlalu panas
  • Bantu anak beristirahat dan mendapatkan asupan cairan yang adekuat. Jika anak hanya menginginkan minuman tertentu, boleh diberikan untuk mencegah dehidrasi.
  • Memandikan dengan menggunakan busa atau lap basah adalah satu dari sejumlah cara yang baik untuk menurunkan demam, apabila anak muntah atau tidak dapat meminum obat penurun demam. Terkadang, mandi dan minum obat penurun demam dapat menurunkan demam dan ketidaknyamanan. Gunakan air hangat dan lap anak Anda dengan busa khusus atau lap mandi.

Kapan sebaiknya anak dibawa ke Dokter ?

  • Hubungi dokter apabila bayi Anda demam dan berusia di bawah tiga bulan.
  • Hubungi dokter apabila temperatur anak mencapai suhu 390 C atau lebih.
  • Hubungi dokter apabila anak demam dan hilang nafsu makan, sakit kepala, muntah, atau nyeri perut, menangis melebihi biasa, mengalami nyeri pada tenggorokan, sulit bernapas, nyeri pada telinga, dan nyeri ketika berkemih.

 

Dr Ronny Ade Ricky Silaen (RARS)

Published in Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter