Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Tuesday, 18 October 2016 00:00

Mengenal Angina Pectoris Part II

Karakteristik nyeri dada angina
Nyeri dada angina memiliki karakteristik khas (tipikal) yaitu:

  • Kualitas : rasa tidak nyaman, sensasi berat seperti ditekan, ditindih, diremas, tercekik
  • Lokasi : di belakang tulang dada dan dapat dijalarkan ke leher, bahu dan lengan (terutama sisi dalam lengan bawah dan tangan). Nyeri juga dapat berasal dari dan dijalarkan ke punggung, area antar tulang belikat, leher, rahang, gigi, dan ulu hati
  • Durasi : 2 – 5 menit
  • Pencetus : kelelahan fisik (aktivitas fisik berlebih, hubungan seksual), emosi (stres, marah, takut, frustasi), kadang-kadang dapat dicetuskan oleh udara dingin
  • Pereda : istirahat, konsumsi obat (golongan nitrat)
  • Derajat nyeri tidak dipengaruhi oleh batuk, pola pernapasan, dan perubahan posisi tubuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada kelompok populasi tertentu (wanita, penderita diabetes, dan lansia), angina pectoris seringkali tidak menunjukkan karakteristik khasnya.

Berbagai factor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit angina pectoris, meliputi:

  • Usia : Semakin bertambah usia seseorang, maka berbagai fungsi dari organ tubuh akan menurun. Turunnya atau berkurangnya fungsi dari arteri jantung karena bertambahnya usia pada seseorang akan mengembangkan terjadinya angina.
  • Hipertensi : Hipertensi terjadi karena tekanan darah yang terlalu tinggi. Tekanan darah yang terlalu tinggi membuat aliran darah menjadi lebih tinggi, namun arteri jantung tersumbat atau menyempit sehingga aliran darah menjadi terhalang
  • Dyslipidemia : Dyslipidemia atau kolesterol darah yang tinggi nantinya akan menempel dan menjadi plak pada arteri jantung sehingga membuat arteri jantung menjadi tersumbat. LDL atau kolesterol jahat dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sedangkan HDL atau kolesterol baik justru berfungsi untuk mengurangi LDL. Seseorang yang kadar LDL nya terlalu tinggi akan menyebabkan penyakit aterosklerosis atau penyempitan arteri dan nantinya akan mengembangkan angina.
  • Obesitas : Orang-orang yang mengalami obesitas cenderung mengembangkan berbagai macam penyakit yang berbahaya, seperti hipertensi, kolesterol tinggi serta penyakit jantung. Ketiga hal tersebut merupakan co factor penyebab dari angina.
  • Kebiasaan merokok : Rokok dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada dinding arteri, menyebabkan terjadinya penggumpalan darah, serta membentuk plak pada arteri. Kerusakan dan plak pada dinding arteri akan menghalangi aliran darah. selain itu kebiasaan merokok juga dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah serta meningkatkan resiko terjadinya penyakit angina.
  • Kebiasaan mengkonsumsi alcohol : Kebiasaan mengkonsumsi alcohol beresiko menyebabkan tekanan darah tinggi serta kolesterol dalam darah semakin meningkat. Kedua hal tersebut berhubungan erat dengan penyakit angina.
  • Diabetes mellitus : Seseorang yang sudah mengalami diabetes, baik tua maupun muda, maka segala fungsi organ tubuhnya akan berkurang. Tingginya kadar gula dalam darah juga ikut mempengaruhi terjadinya kerusakan dan penurunan pada arteri jantung.
  • Keturunan : Seseorang yang salah satu atau kedua orang tuanya memiliki riwayat penyakit, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, serta penyakit jantung lebih mudah untuk mengembangkan penyakit angina.
  • Kondisi lain : Berbagai kondisi lain, seperti aritmia, masalah pada katup jantung, arteri coroner yang rusak, anemia parah, stenosis aorta, serta gangguan jantung lainnya juga dapat mengembangkan penyakit angina.

PENGOBATAN
Pada dasarnya bertujuan untuk memperpanjang hidup dan memperbaiki kualitas hidup dengan mencegah serangan angina baik secara medikal atau pembedahan.
A. Pengobatan medikal
    Bertujuan untuk mencegah dan menghilangkan serangan angina.
    Ada 3 jenis obat yaitu :

  1. Golongan nitrat Nitrogliserin merupakan obat pilihan utama pada serangan angina akut. Mekanisme kerjanya sebagai dilatasi (melebarkan) vena perifer dan pembuluh darah koroner. Efeknya langsung terhadap relaksasi otot polos vaskuler. Nitrogliserin juga dapat meningkatkan kemampuan exercise (bekerja) pada penderita angina sebelum terjadi hipoktesia miokard. Bila di berikan sebelum exercise dapat mencegah serangan angina
  2. Ca- Antagonis Dipakai pada pengobatan jangka panjang untuk mengurangi frekwensi serangan pada beberapa bentuk angina. Cara kerjanya : - Memperbaiki spasme ( ketegangan ) koroner dengan menghambat tonus ( tekanan) vasometer pembuluh darah arteri koroner (terutama pada angina Prinzmetal). - Dilatasi arteri koroner sehingga meningkatkan suplai darah ke miokard - Dilatasi arteri perifer sehingga mengurangi resistensi perifer dan menurunkan afterload. - Efek langsung terhadap jantung yaitu dengan mengurangi denyut, jantung dan kontraktilitis sehingga mengurangi kebutuhan oksigen 
  3. Beta Bloker : Cara kerjanya menghambat sistem adrenergenik terhadap miokard yang menyebabkan kronotropik dan inotropik positif, sehingga denyut jantung dan curah jantung dikurangi. Karena efeknya yang kadio protektif, obat ini sering digunakan sebagai pilihan pertama untuk mencegah serangan angina pektoris pada sebagian besar penderita. 

B. Pembedahan Prinsipnya bertujuan untuk :
    - memberi darah yang lebih banyak kepada otot jantung
    - memperbaiki obstruksi arteri koroner.
    Ada 4 dasar jenis pembedahan :

  1. Ventricular aneurysmectomy : Rekonstruksi terhadap kerusakan ventrikel kiri
  2. Coronary arteriotomy : Memperbaiki langsung terhadap obstruksi arteri koroner 
  3. Internal thoracic mammary : Revaskularisasi terhadap miokard. 
  4. Coronary artery bypass grafting (CABG) : Hasilnya cukup memuaskan dan aman yaitu 80%-90% dapat menyembuhkan angina dan mortabilitas hanya 1 % pada kasus tanpa kompilasi. 

   Metode terbaru lain di samping pembedahan adalah :

  1. Percutanecus transluminal coronary angioplasty (PCTA)
  2. Percutaneous ratational coronary angioplasty (PCRA) 
  3. Laser angioplasty

KEPUSTAKAAN

  1. Abjad B, Abrahamson T.; Almgra, Ujung B.: Pharmacology of Antianginal Drugs in what is Angina?,
  2. AB Hassle, Swedwn, 1983. jackson G.: Ische heart disease clinical & management in cardiovascular update, update Publications, England, 1984.
  3. Lie K.L becker A.E : Claasification of Angina in what is Angina? 
  4. AB. Hasale Sweden, 1983. Muller J.E., Turi ZG. Pearle D.L. et al : Nifedipine and medical ilustration, USA 1978. 
  5. Netter H. F : heart vol.5. The ciba collection of Medical ilustration, 
  6. USA, 1978 Sobel b.I.Julian D.G. Hugenhoit. P.G: Perspective in cardiology, current medical literature Ltd. Londond, 1984. 
  7. Wharthon C.F.P Archer A.R.: Cardiology, PC publising Pte. Asian economy ed. Singapore, 1987. 
  8. YettyH.S : Angina pektoris lak Stabil : prognosis, Insiden infark dan Tingkat Kemaian, Fakultas pascasarjana, UI, 1989.
  9. necturajuice.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-penyakit-angina-pectoris
  10. http://www.sehatmagz.com/cardiovascular/mengenal-nyeri-dada-angina/
Published in Sehati
Tuesday, 18 October 2016 00:00

Mengenal Angina Pectoris Part I

Angina pectoris atau sering disebut oleh masyarakat awam sebagai “Angin Duduk” adalah suatu kondisi dimana kita merasakan nyeri pada dada yang sangat dimana hal ini disebabkan oleh adanya suatu kondisi yang menyebabkan otot jantung kurang mendapat pasokan darah dan oksigen dimana hal ini bisa terjadi saat beraktivitas ataupun disaat istirahat .

Nyeri dada angina disebabkan oleh ketidak seimbangan antara pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner jantung dan penggunaan oksigen oleh otot-otot jantung. Pasokan oksigen yang menurun dapat diakibatkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, sedangkan bertambahnya penggunaan oksigen dapat terjadi akibat kelelahan fisik maupun psikis. Akibat tidak cukupnya pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner ini, maka kontraksi otot-otot jantung pun terganggu. Inilah yang kemudian akan mengirimkan sinyal pada tubuh Anda berupa keluhan nyeri dada.

Seperti yang kita ketahui bersama, otot jantung terus bekerja selama kita hidup serta memompa darah ke seluruh organ tubuh kita. Dalam bekerja untuk memompa darah, maka jantung memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen untuk bisa bekerja dengan baik.

Pasokan darah yang masuk ke organ jantung disediakan oleh dua pembuluh darah besar yang dikenal sebagai arteri coroner kanan serta arteri coroner kiri. Kedua arteri jantung sendiri berasal dari ventrikel kiri untuk memasok darah ke seluruh organ tubuh yang disebut aorta.

Gangguan seperti ini bisa terjadi karena suplai oksigen yang turun disebabkan oleh adanya aterosklerosis coroner atau spasme arteria coroner maupun karena kebutuhan oksigen yang lebih banyak.

Keadaan seperti itulah yang mengembangkan terjadinya angina pectoris. Nantinya penyakit angina pectoris ini akan berkembang menjadi infark miokard jika tidak berobat dengan benar

Gejala Angina Pectoris antara lain :

Didapatkan rasa tidak enak di dada yang tidak selalu sebagai rasa sakit, tetapi dapat pula sebagai rasa penuh di dada, tertekan, nyeri, tercekik atau rasa terbakar. Rasa tersebut dapat terjadi pada leher, tenggorokan, daerah antara tulang skapula, daerah rahang ataupun lengan. Sewaktu angina terjadi, penderita dapat sesak napas atau rasa lemah yang menghilang setelah angina hilang. Dapat pula terjadi palpitasi, berkeringat dingin, pusing ataupun hampir pingsan.

3 tipe angina:

  1. Classical effort angina (angina klasik) :timbul  bila kebutuhan aliran darah melebihi jumlah yang dapat melewati obstruksi tersebut, timbul gejala angina. Angina pektoris akan timbul pada setiap aktifitas yang dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan atatus inotropik jantung sehingga kebutuhan oksigen  akan bertambah seperti pada aktifitas fisik, udara dingin dan makan yang banyak.
  2. Variant angina (angina Prinzmetal) Bentuk ini jarang terjadi dan biasanya timbul pada saat istirahat, akibat penurunan suplai oksigen  darah ke miokard secara tiba-tiba. Penelitian terbaru menunjukkan terjadinya obsruksi (sumbatan )  yang dinamis akibat spasme koroner baik pada arteri yang sakit maupun yang normal. Peningkatan obstruksi ( sumbatan )  koroner yang tidak menetap ini selama terjadinya angina waktu istirahat jelas disertai penurunan aliran darah arteri koroner.
  3. Unstable angina (angina tak stabil / ATS) Istilah lain yang sering digunakan adalah Angina preinfark, Angina dekubitus, Angina kresendo. Insufisiensi koroner akut atau Sindroma koroner pertengahan. Bentuk ini merupakan kelompok suatu keadaan yang dapat berubah seperti keluhan yang bertambah progresif, sebelumnya dengan angina stabil atau angina pada pertama kali. Angina dapat terjadi pada saat istirahat maupun bekerja. Pada pemeriksaan   biasanya ditemukan daerah iskemik miokard yang mempunyai ciri tersendiri.

KEPUSTAKAAN

  1. Abjad B, Abrahamson T.; Almgra, Ujung B.: Pharmacology of Antianginal Drugs in what is Angina?,
  2. AB Hassle, Swedwn, 1983. jackson G.: Ische heart disease clinical & management in cardiovascular update, update Publications, England, 1984.
  3. Lie K.L becker A.E : Claasification of Angina in what is Angina?
  4. AB. Hasale Sweden, 1983. Muller J.E., Turi ZG. Pearle D.L. et al : Nifedipine and medical ilustration, USA 1978.
  5. Netter H. F : heart vol.5. The ciba collection of Medical ilustration, 
  6. USA, 1978 Sobel b.I.Julian D.G. Hugenhoit. P.G: Perspective in cardiology, current medical literature Ltd. Londond, 1984. 
  7. Wharthon C.F.P Archer A.R.: Cardiology, PC publising Pte. Asian economy ed. Singapore, 1987. 
  8. YettyH.S : Angina pektoris lak Stabil : prognosis, Insiden infark dan Tingkat Kemaian, Fakultas pascasarjana, UI, 1989.
  9. necturajuice.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-penyakit-angina-pectoris
  10. http://www.sehatmagz.com/cardiovascular/mengenal-nyeri-dada-angina/
Published in Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter