Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Monday, 06 June 2016 00:00

Kiat Sehat Bugar Berpuasa

Pada saat berpuasa terjadi perubahan dalam tubuh terutama dari segi pola makan seperti yang biasanya makan tiga kali sehari normalnya menjadi dua kali sehari selama berpuasa. Yang terjadi adalah jika pada saat saat sahur jika makanan yang dikonsumsi cukup dan seimbang selama kita berpuasa dan tidak ada asupan makan sama sekali maka glikogen di hati dan di otot akan diambil oleh tubuh, sedangkan glikogen yang bisa dipakai adalah yang di hati apabila glikogen yang di hati habis baru tubuh akan mengambil dari lemak tubuh.

Oleh karena itu jika sebagian orang berpikir jika berpuasa dapat sekaligus menurunkan berat badan namun hal tersebut baru akan terjadi jika glikogen yang ada di hati telah habis diambil oleh tubuh maka kemudian tubuh membakar lemak yang ada, maka itu jika pada saat makan sahur berlebihan maka tidak akan berdampak banyak terhdap penurunan berat badan.

Untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar dalam berpuasa yang harus dilakukan adalah jangan pernah melewatkan sahur meskipun terkadang malas atau lupa karena salah satu kunci kelancaran dalam berpuasa adalah pada saat makan sahur. Ketika sahur diharapkan dapat mengkonsumsi setengah dari kebutuhan kalori setiap hari misalkan jika orang dewasa dalam satu hari membutuhkan 2000 kalori dalam sehari usahakan ketika sahur jumlah kalori yang masuk adalah sebanyak 1000 kalori sisanya baru dibagi saat berbuka puasa dan setelah salat tarawih, tentunya makanan yang dikonsumsi harus makanan yang seimbang mengandung karbohidrat kompleks, jangan lupa sayur, buah dan air tidak terlalu banyak lemak seperti makanan yang digoreng dan mengandung santan karena akan mengakibatkan rasa kurang nyaman di perut, tinggi protein dan juga asupan air paling tidak 2 sampai 3 gelas saat sahur untuk mengindari dehidrasi saat berpuasa.

Ditulis oleh

Dr.Tonggo Moina Marini, M.Gizi, Sp.GK  ( Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Premier Jatinegara )

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Published in Sehati
Monday, 13 July 2015 00:00

Olah Raga Sehat di Bulan Puasa

Olah raga penting untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat. A healthy mind in a healthy body. Dengan tubuh yang sehat, jiwa juga akan menjadi sehat. Bagaimana dengan bulan puasa? Apakah selama bulan puasa Anda masih tetap bisa berolahraga?

Selain perubahan komposisi makanan, selama bulan puasa juga terjadi perubahan pola dan jam makan, minum dan tidur. Perubahan tersebut akan memperlambat metabolism dan menjadikan fungsi tubuh tidak optimal. Komponen makanan disimpan selama tidur di malam hari sehingga orang yang berpuasa cenderung berat badannya naik. Olah raga menjadikan makanan yang dikonsumsi ‘diarahkan’ untuk memperbaiki otot. Jadi agar tubuh tetap fit, selama bulan puasa Anda dianjurkan untuk tetap melakukan olah raga yang biasa Anda lakukan, hanya waktunya saja yang disesuaikan.

Olah raga pada bulan puasa dapat dilakukan di pagi hari setelah shalat Subuh, di sore hari menjelang berbuka atau malam hari setelah shalat Tarawih. Setelah berolahraga, Anda tidak akan dapat segera mengembalikan cadangan glikogen yang terbakar selama berolahraga sehingga biasanya akan terasa pusing. Idealnya olah raga dilakukan 90 menit sebelum buka sehingga ketika berbuka nanti Anda
akan mendapatkan tambahan cadangan energi dan glikogen.

“Tetap melakukan olah raga merupakan cara yang sehat untuk menjalani bulan puasa, memelihara ketahanan rohani, jiwa dan fisik untuk mencapai keseimbangan.”

Anda yang menyandang diabetes tipe 1, tidak dianjurkan untuk berolahraga selama bulan puasa karena dapat menyebabkan hipoglikemia. Penyandang diabetes tipe 2 masih diperbolehkan untuk berolahraga dengan intensitas rendah dan maksimal selama 35 menit berupa aerobik dan latihan kekuatan.

Jika Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, lakukan olah raga intensitas rendah dengan denyut nadi maksimal 75%. Denyut nadi maksimal setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin dan faktor risiko kesehatan. Penderita hipertensi akan mengalami kenaikan tekanan darah selama dan setelah olah raga, dan penurunannya lebih lama dibandingkan dengan orang sehat. Tetapi jika hipertensinya terkontrol baik dengan diet dan obat-obatan pada malam hari setelah berbuka, maka pengaturan tekanan darah selama dan setelah olah raga akan lebih baik.

Tips

  • Lakukan aktivitas aerobik sedang (misalnya jalan cepat) selama minimal 30 menit , 5 kali seminggu.
  • Untuk menghindari dehidrasi, lakukan olah raga dalam ruang tertutup (indoor).
  • Segera berhenti jika terasa pusing atau mual.
  • Banyak minum air putih di malam hari setelah berbuka.

Anda yang baru mengalami cedera sebaiknya olah raga intensitas rendah selama maksimum 30 menit karena selama berpuasa tubuh Anda menggunakan lebih banyak energi selama fase pemulihan cedera maupun nyeri. Melakukan latihan aerobik selama Ramadhan dapat mengurangi lemak tubuh dan juga memperbaiki profil lemak tubuh. Untuk menghindari dehidrasi, pastikan asupan cairan Anda pada malam hari setelah berbuka cukup. Olah raga selama Ramadhan tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan terhadap fungsi ginjal maupun sistem ketahanan tubuh, jadi aman untuk dilakukan.

Ingat, selalu konsultasikan jenis olah raga apa yang sesuai dengan kondisi fisik Anda, karena setiap individu memiliki ketahanan dan kebutuhan yang berbeda-beda. Selamat berpuasa dan tetap berolah raga!

 

Ditulis oleh :

Dr. Erwin A. D. Nanulaitta, SpKFR
Tim Dokter Fisik & Rehabilitasi Eka Hospital Pekanbaru
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Published in Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter