Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Monday, 10 October 2016 00:00

Rehabilitasi Pasca Stroke Part 1

Sebagian besar pasien stroke harus menjalani rehabilitasi medic segera setelah melewati masa emergensi, sebelum masuk ke ruang perawatan. Mengapa demikian? Karena saraf tidak mudah penyembuhannya, meski tubuh memikili kemampuan untuk sembuh sendiri.

Rehabilitasi medic sangat di perlukan untuk mempertahankan lingkup gerak sendi, karna biasanya pasien stroke akan mengalami gangguan motoric, sehingga dalam waktu seminggu saja pasien akan menjadi tidak lentur seperti semula, karena gerak sendinya kurang. â€œTujuan rehabilitasi medic pasca-stroke adalah mengembalikan kondisi dan kemampuan pasien sampai seoptimal mungkin". Jika rehabilitasi medic tidak dijalankan secara teratur, kemungkinan terburuk yang dapat terjadi adalah pasien mengalami kondisi tubuh yang buruk dan tidak terawat.

Pasien tidak mampu untuk buang air pada tempatya sehingga dapat terjadi spontan di tempat tidur, terdapat banyak luka di badan, atau postur badan meringkuk seperti bayi serta mengalami kontraktur dan kaku. Biasanya pasien juga mengalami gangguan bicara. Jika kondisi ini di biarkan dan pasien tidak menjalani rehabilitasi medic, maka lama-kelamaan pasien mengalami kekurangan gizi, karena tidak dapat bicara untuk meminta minum atau makan. Pasien akan minum atau makan jika orang yang merawatnya ingat. Keadaan seperti itu tentu akan memperparah kondisi kesehatan pasien.

Rehabilitasi medic pasca-serangan stroke harus dijalankan dengan konsisten dan tekun. Lamanya rehabiltasi medic sangat ditentukan oleh upaya serta konsistensi pasien dan keluarga dalam menjalankannya. Terlebih jika pasien stroke mengalami komplikasi penyakit. Bila kondisi paisen sudah stabil, tekanan darah telah terkontrol, tidak ada komplikasi penyakit, tidak ada radang paru-paru, maka pasien boleh pulang dan rehabilitasi dapat dilakukan dirumah. Tentunya rehabilitasi dapat dilakukan secara konsisten pada saat pasien sudah diperbolehkan pulang. Tujuannya adalah untuk membantu mengembailkan kelenturan sisa-sisa otot yang masih kaku (spastisitas), sehingga pasien dapat kembali beraktifitas secara normal.

Setelah di perbolehkan pulang, pasien stroke tetap harus menjalani rehabilitasi mediks di rumah sakit. Awalnya mungkin tiga kali seminggu, kemudian berkurang hingga seminggu sekali, dan lama-lama dapat dilakukan sendiri di rumah. Meski demikian, perlu di ingat bahwa tidak semua pasien stroke dapat smbuh seperti semula meskipun sudah menjalani rehabilitasi medik secara teratur. Penyebab atau jenis stroke yang diderita, beratnya kerusakan yang terjadi, motivasi dari diri sendiri, dan dukungan dari lingkungan, berkontribusi besar dalam pemulihan pasien pasca-stroke.

Ditulis Oleh:

Dr. Julius Aliwanga, Sp.KFR. Tim Dokte Spesialis Rehabilitasi Medic Eka Hospital BSD
Dr. Luky Thiehunan, Sp.Kj. Tim Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Eka Hospital Pekanbaru

Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Published in Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter