Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

dr Wan Zuchrufa Natalia

dr Wan Zuchrufa Natalia

Karakteristik nyeri dada angina
Nyeri dada angina memiliki karakteristik khas (tipikal) yaitu:

  • Kualitas : rasa tidak nyaman, sensasi berat seperti ditekan, ditindih, diremas, tercekik
  • Lokasi : di belakang tulang dada dan dapat dijalarkan ke leher, bahu dan lengan (terutama sisi dalam lengan bawah dan tangan). Nyeri juga dapat berasal dari dan dijalarkan ke punggung, area antar tulang belikat, leher, rahang, gigi, dan ulu hati
  • Durasi : 2 – 5 menit
  • Pencetus : kelelahan fisik (aktivitas fisik berlebih, hubungan seksual), emosi (stres, marah, takut, frustasi), kadang-kadang dapat dicetuskan oleh udara dingin
  • Pereda : istirahat, konsumsi obat (golongan nitrat)
  • Derajat nyeri tidak dipengaruhi oleh batuk, pola pernapasan, dan perubahan posisi tubuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada kelompok populasi tertentu (wanita, penderita diabetes, dan lansia), angina pectoris seringkali tidak menunjukkan karakteristik khasnya.

Berbagai factor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit angina pectoris, meliputi:

  • Usia : Semakin bertambah usia seseorang, maka berbagai fungsi dari organ tubuh akan menurun. Turunnya atau berkurangnya fungsi dari arteri jantung karena bertambahnya usia pada seseorang akan mengembangkan terjadinya angina.
  • Hipertensi : Hipertensi terjadi karena tekanan darah yang terlalu tinggi. Tekanan darah yang terlalu tinggi membuat aliran darah menjadi lebih tinggi, namun arteri jantung tersumbat atau menyempit sehingga aliran darah menjadi terhalang
  • Dyslipidemia : Dyslipidemia atau kolesterol darah yang tinggi nantinya akan menempel dan menjadi plak pada arteri jantung sehingga membuat arteri jantung menjadi tersumbat. LDL atau kolesterol jahat dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sedangkan HDL atau kolesterol baik justru berfungsi untuk mengurangi LDL. Seseorang yang kadar LDL nya terlalu tinggi akan menyebabkan penyakit aterosklerosis atau penyempitan arteri dan nantinya akan mengembangkan angina.
  • Obesitas : Orang-orang yang mengalami obesitas cenderung mengembangkan berbagai macam penyakit yang berbahaya, seperti hipertensi, kolesterol tinggi serta penyakit jantung. Ketiga hal tersebut merupakan co factor penyebab dari angina.
  • Kebiasaan merokok : Rokok dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada dinding arteri, menyebabkan terjadinya penggumpalan darah, serta membentuk plak pada arteri. Kerusakan dan plak pada dinding arteri akan menghalangi aliran darah. selain itu kebiasaan merokok juga dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah serta meningkatkan resiko terjadinya penyakit angina.
  • Kebiasaan mengkonsumsi alcohol : Kebiasaan mengkonsumsi alcohol beresiko menyebabkan tekanan darah tinggi serta kolesterol dalam darah semakin meningkat. Kedua hal tersebut berhubungan erat dengan penyakit angina.
  • Diabetes mellitus : Seseorang yang sudah mengalami diabetes, baik tua maupun muda, maka segala fungsi organ tubuhnya akan berkurang. Tingginya kadar gula dalam darah juga ikut mempengaruhi terjadinya kerusakan dan penurunan pada arteri jantung.
  • Keturunan : Seseorang yang salah satu atau kedua orang tuanya memiliki riwayat penyakit, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, serta penyakit jantung lebih mudah untuk mengembangkan penyakit angina.
  • Kondisi lain : Berbagai kondisi lain, seperti aritmia, masalah pada katup jantung, arteri coroner yang rusak, anemia parah, stenosis aorta, serta gangguan jantung lainnya juga dapat mengembangkan penyakit angina.

PENGOBATAN
Pada dasarnya bertujuan untuk memperpanjang hidup dan memperbaiki kualitas hidup dengan mencegah serangan angina baik secara medikal atau pembedahan.
A. Pengobatan medikal
    Bertujuan untuk mencegah dan menghilangkan serangan angina.
    Ada 3 jenis obat yaitu :

  1. Golongan nitrat Nitrogliserin merupakan obat pilihan utama pada serangan angina akut. Mekanisme kerjanya sebagai dilatasi (melebarkan) vena perifer dan pembuluh darah koroner. Efeknya langsung terhadap relaksasi otot polos vaskuler. Nitrogliserin juga dapat meningkatkan kemampuan exercise (bekerja) pada penderita angina sebelum terjadi hipoktesia miokard. Bila di berikan sebelum exercise dapat mencegah serangan angina
  2. Ca- Antagonis Dipakai pada pengobatan jangka panjang untuk mengurangi frekwensi serangan pada beberapa bentuk angina. Cara kerjanya : - Memperbaiki spasme ( ketegangan ) koroner dengan menghambat tonus ( tekanan) vasometer pembuluh darah arteri koroner (terutama pada angina Prinzmetal). - Dilatasi arteri koroner sehingga meningkatkan suplai darah ke miokard - Dilatasi arteri perifer sehingga mengurangi resistensi perifer dan menurunkan afterload. - Efek langsung terhadap jantung yaitu dengan mengurangi denyut, jantung dan kontraktilitis sehingga mengurangi kebutuhan oksigen 
  3. Beta Bloker : Cara kerjanya menghambat sistem adrenergenik terhadap miokard yang menyebabkan kronotropik dan inotropik positif, sehingga denyut jantung dan curah jantung dikurangi. Karena efeknya yang kadio protektif, obat ini sering digunakan sebagai pilihan pertama untuk mencegah serangan angina pektoris pada sebagian besar penderita. 

B. Pembedahan Prinsipnya bertujuan untuk :
    - memberi darah yang lebih banyak kepada otot jantung
    - memperbaiki obstruksi arteri koroner.
    Ada 4 dasar jenis pembedahan :

  1. Ventricular aneurysmectomy : Rekonstruksi terhadap kerusakan ventrikel kiri
  2. Coronary arteriotomy : Memperbaiki langsung terhadap obstruksi arteri koroner 
  3. Internal thoracic mammary : Revaskularisasi terhadap miokard. 
  4. Coronary artery bypass grafting (CABG) : Hasilnya cukup memuaskan dan aman yaitu 80%-90% dapat menyembuhkan angina dan mortabilitas hanya 1 % pada kasus tanpa kompilasi. 

   Metode terbaru lain di samping pembedahan adalah :

  1. Percutanecus transluminal coronary angioplasty (PCTA)
  2. Percutaneous ratational coronary angioplasty (PCRA) 
  3. Laser angioplasty

KEPUSTAKAAN

  1. Abjad B, Abrahamson T.; Almgra, Ujung B.: Pharmacology of Antianginal Drugs in what is Angina?,
  2. AB Hassle, Swedwn, 1983. jackson G.: Ische heart disease clinical & management in cardiovascular update, update Publications, England, 1984.
  3. Lie K.L becker A.E : Claasification of Angina in what is Angina? 
  4. AB. Hasale Sweden, 1983. Muller J.E., Turi ZG. Pearle D.L. et al : Nifedipine and medical ilustration, USA 1978. 
  5. Netter H. F : heart vol.5. The ciba collection of Medical ilustration, 
  6. USA, 1978 Sobel b.I.Julian D.G. Hugenhoit. P.G: Perspective in cardiology, current medical literature Ltd. Londond, 1984. 
  7. Wharthon C.F.P Archer A.R.: Cardiology, PC publising Pte. Asian economy ed. Singapore, 1987. 
  8. YettyH.S : Angina pektoris lak Stabil : prognosis, Insiden infark dan Tingkat Kemaian, Fakultas pascasarjana, UI, 1989.
  9. necturajuice.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-penyakit-angina-pectoris
  10. http://www.sehatmagz.com/cardiovascular/mengenal-nyeri-dada-angina/

Angina pectoris atau sering disebut oleh masyarakat awam sebagai “Angin Duduk” adalah suatu kondisi dimana kita merasakan nyeri pada dada yang sangat dimana hal ini disebabkan oleh adanya suatu kondisi yang menyebabkan otot jantung kurang mendapat pasokan darah dan oksigen dimana hal ini bisa terjadi saat beraktivitas ataupun disaat istirahat .

Nyeri dada angina disebabkan oleh ketidak seimbangan antara pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner jantung dan penggunaan oksigen oleh otot-otot jantung. Pasokan oksigen yang menurun dapat diakibatkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner, sedangkan bertambahnya penggunaan oksigen dapat terjadi akibat kelelahan fisik maupun psikis. Akibat tidak cukupnya pasokan oksigen dari pembuluh darah koroner ini, maka kontraksi otot-otot jantung pun terganggu. Inilah yang kemudian akan mengirimkan sinyal pada tubuh Anda berupa keluhan nyeri dada.

Seperti yang kita ketahui bersama, otot jantung terus bekerja selama kita hidup serta memompa darah ke seluruh organ tubuh kita. Dalam bekerja untuk memompa darah, maka jantung memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen untuk bisa bekerja dengan baik.

Pasokan darah yang masuk ke organ jantung disediakan oleh dua pembuluh darah besar yang dikenal sebagai arteri coroner kanan serta arteri coroner kiri. Kedua arteri jantung sendiri berasal dari ventrikel kiri untuk memasok darah ke seluruh organ tubuh yang disebut aorta.

Gangguan seperti ini bisa terjadi karena suplai oksigen yang turun disebabkan oleh adanya aterosklerosis coroner atau spasme arteria coroner maupun karena kebutuhan oksigen yang lebih banyak.

Keadaan seperti itulah yang mengembangkan terjadinya angina pectoris. Nantinya penyakit angina pectoris ini akan berkembang menjadi infark miokard jika tidak berobat dengan benar

Gejala Angina Pectoris antara lain :

Didapatkan rasa tidak enak di dada yang tidak selalu sebagai rasa sakit, tetapi dapat pula sebagai rasa penuh di dada, tertekan, nyeri, tercekik atau rasa terbakar. Rasa tersebut dapat terjadi pada leher, tenggorokan, daerah antara tulang skapula, daerah rahang ataupun lengan. Sewaktu angina terjadi, penderita dapat sesak napas atau rasa lemah yang menghilang setelah angina hilang. Dapat pula terjadi palpitasi, berkeringat dingin, pusing ataupun hampir pingsan.

3 tipe angina:

  1. Classical effort angina (angina klasik) :timbul  bila kebutuhan aliran darah melebihi jumlah yang dapat melewati obstruksi tersebut, timbul gejala angina. Angina pektoris akan timbul pada setiap aktifitas yang dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan atatus inotropik jantung sehingga kebutuhan oksigen  akan bertambah seperti pada aktifitas fisik, udara dingin dan makan yang banyak.
  2. Variant angina (angina Prinzmetal) Bentuk ini jarang terjadi dan biasanya timbul pada saat istirahat, akibat penurunan suplai oksigen  darah ke miokard secara tiba-tiba. Penelitian terbaru menunjukkan terjadinya obsruksi (sumbatan )  yang dinamis akibat spasme koroner baik pada arteri yang sakit maupun yang normal. Peningkatan obstruksi ( sumbatan )  koroner yang tidak menetap ini selama terjadinya angina waktu istirahat jelas disertai penurunan aliran darah arteri koroner.
  3. Unstable angina (angina tak stabil / ATS) Istilah lain yang sering digunakan adalah Angina preinfark, Angina dekubitus, Angina kresendo. Insufisiensi koroner akut atau Sindroma koroner pertengahan. Bentuk ini merupakan kelompok suatu keadaan yang dapat berubah seperti keluhan yang bertambah progresif, sebelumnya dengan angina stabil atau angina pada pertama kali. Angina dapat terjadi pada saat istirahat maupun bekerja. Pada pemeriksaan   biasanya ditemukan daerah iskemik miokard yang mempunyai ciri tersendiri.

KEPUSTAKAAN

  1. Abjad B, Abrahamson T.; Almgra, Ujung B.: Pharmacology of Antianginal Drugs in what is Angina?,
  2. AB Hassle, Swedwn, 1983. jackson G.: Ische heart disease clinical & management in cardiovascular update, update Publications, England, 1984.
  3. Lie K.L becker A.E : Claasification of Angina in what is Angina?
  4. AB. Hasale Sweden, 1983. Muller J.E., Turi ZG. Pearle D.L. et al : Nifedipine and medical ilustration, USA 1978.
  5. Netter H. F : heart vol.5. The ciba collection of Medical ilustration, 
  6. USA, 1978 Sobel b.I.Julian D.G. Hugenhoit. P.G: Perspective in cardiology, current medical literature Ltd. Londond, 1984. 
  7. Wharthon C.F.P Archer A.R.: Cardiology, PC publising Pte. Asian economy ed. Singapore, 1987. 
  8. YettyH.S : Angina pektoris lak Stabil : prognosis, Insiden infark dan Tingkat Kemaian, Fakultas pascasarjana, UI, 1989.
  9. necturajuice.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-penyakit-angina-pectoris
  10. http://www.sehatmagz.com/cardiovascular/mengenal-nyeri-dada-angina/

Keluarga Berencana (KB) pertama kali ditetapkan sebagaiprogram pemerintah pada tanggal 29 Juni 1970 , bersamaan dengan dibentuknya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional . Program KB di indonesia sudah dimulai sejak tahun 1957 , namun masih menjadi urusan kesehatan dan belum menjadi urusan kependudukan. Namun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan tingginya angka kematian ibu dan kebutuhan akan kesehatan reproduksi , Program KB selanjutnya digunakan sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Program keluarga berencana oleh pemerintah adalah agar keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang.

Gerakan Keluarga Berencana Nasional Indonesia telah berumur sangat lama yaitu pada tahun 70-an dan masyarakat dunia menganggap berhasil menurunkan angka kelahiran yang bermakna. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Adapun beberapa jenis alat kontrasepsi, antara lain :

1. Pil (biasa dan menyusui) yang mempunyai manfaat tidak mengganggu hubungan seksual dan mudah dihentikan setiap saat. Terhadap kesehatan resikonya sangat kecil.

2. Suntikan (1 Bulan dan 3 Bulan) sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan. Alat kontrasepsi suntikan juga mempunyai keuntungan seperti klien tidak perlu menyimpan obat suntik dan jangka pemakaiannya bisa dalam jangka panjang.

3. Implan (susuk) yang merupakan alat kontrasepsi yang digunakan dilengan atas bawah kulit dan sering digunakan pada tangan kiri. Keuntungannya daya guna tinggi, tidak mengganggu produksi ASI dan pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan.

4. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) merupakan alat kontrasepsi yang digunakan dalam rahim. Efek sampingnya sangat kecil dan mempuyai keuntungan efektivitas dengan proteksi jangka panjang 5 tahun dan kesuburan segera kembali setelah AKDR diangkat.

5. Kondom, merupakan selubung/sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan seksual. Manfaatnya kondom sangat efektif bila digunakan dengan benar dan murah atau dapat dibeli secara umum.

6. Tubektomi adalah prosedur bedah mini untuk memotong, mengikat atau memasang cincin pada saluran tuba fallopi untuk menghentikan fertilisasi (kesuburan) seorang perempuan. Manfaatnya sangat efektif, baik bagi klien apabila kehamilan akan terjadi resiko kesehatan yang serius dan tidak ada efek samping dalam jangka panjang.

7. vasekstomi ini adalah salah satu metode kontrasepsi atau pencegah kehamilan. Prosedur yang dilakukan adalah dengan mensterilkan kandungan semen dari sperma agar pria tidak bisa membuahi sel telur sehingga tidak terjadi kehamilan. Namun vasectomy mempunyai efek permanent jadi tidak disarankan bagi pasangan yang hanya ingin menunda kehamilan sementara

8. Cara menghitung Masa Subur / KB Kalender adalah usaha untuk mengatur jarak kehamilan dengan cara menghindari persenggamaan selama masa subur seorang wanita. System ini baru bisa digunakan jika pasangan wanita memepunyai siklus haid yang teratur setiap bulannya.

Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang telah matang potensial untuk dibuahi oleh sperma. Usia subur setiap bulan secara teratur akan terjadi pematangan satu atau lebih sel telur. Cara menghitung masa subur misal seorang dengan siklus normal 28 hari maka ovulasi diperkirakan akan terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Untuk melihat rata-rata siklus menstruasi dicatat selama 3 bulan berturut-turut, tetapi bila siklus menstruasinya tidak teratur 28 hari maka perlu ada penghitungan khusus.

Untuk pemilihan alat kontrasepsi harus disesuaikan dengan siklus Haid dan kondisi kesehatan serta harus disetujui oleh kedua belah pihak baik suami dan istri; serta harus dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan baik bidan ataupun dokter.

Apa Kesehatan Reproduksi
Keadaan sehat menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi dimana sehat tidak hanya bebas penyakit atau kecacatan berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya

Kesehatan Seksual
Keadaan sehat secara mental dan fisik dalam melakukan hubungan seksual antara pria dan wanita yang diikat dalam tali perkawinan yang sah.

Hubungan seksual yang sehat
Hubungan seks antara suami dan isteri yang sah dalam pernikahan sebagai ungkapan rasa kasih sayang antara dua insan, disamping sebagai pemenuhan hubungan biologis baik untuk pria maupun wanita.Hubungan seksual yang sehat akan melahirkan anak yang sehat.

Cara membina hubungan seksual yang sehat

1. Menjaga kebersihan alat reproduksi (Pakaian dalam harus rutin diganti )

2. Mencuci alat reproduksi selesai hubungan seksual

3. Berperilaku hidup bersih dan sehat

4. Tidak berganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual

5. Tidak menggunakan alat/sarana yang menyakitkan

6. Tidak merokok

7. Istirahat yang cukup

8. Hindari narkoba

9. Melaksanakan olah raga yang secara teratur dan terukur

10. Makan makanan yang bergizi seimbang

11. Menghindari stres

12. Menjalani komunikasi keterbukaan antara pasangan

13. Menghayati, mengamalkan perintah dan larangan Agama

14. Setia kepada pasangan

Keluarga Berencana
Membantu PUS (Pasangan Usia Subur) dan Perorangan dalam mencapai tujuan reproduksi, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengurangi insidens kehamilan beresiko tinggi, kesakitan dan kematian, membuat pelayanan yang bermutu, terjangkau, diterima dan mudah diperoleh semua orang. Sehingga pelayanan KB difasilitasi Negara di Faskes TK I yang berkerja sama dengan BPJS

Kesimpulan :
Keluarga merupakan komponen terkecil dari sebuah Negar, dan dari sebuah keluarga dihasilkan manusia berkualitas yang akan membangun bangsa dan Negara. Keluarga berencana (KB) adalah salah satu cara untuk menghasilkan manusia yang berkualitas , baik dari sisi materi dan maupun spiritual
“Baik buruknya seorang anak adalah terletak pada baik atau buruknya asuhan orang tuanya.
Dengan mengikuti Keluarga Berencana dengan merencanakan jarak kehamilan dan Jumlah anak sehingga orangtua bisa mempersiapkan dana buat pendidikan anak dan memepunyai cukup waktu bagi ibu untuk memperhatikan kepentingan anak dan mendidik anak dengan baik.

Daftar referensi

1. http://doktersehat.com/pengertian-dan-tujuan-keluarga-berencana-kb/#ixzz3clsiSS6A
2. Infodatin harganas PDF
3. Seri catin KB dan KR

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter