Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Mitra Sehati

Mitra Sehati

Bayi saya menstruasi?!?! Mungkinkah?

Pada bayi baru lahir, kadang ada beberapa keadaan yang membuat orang tua jangkal. Misalnya, bayi baru lahir mengalami keputihan, menstruasi, atau keluar susu dari payudara bayi bahkan pada bayi laki-laki sekalipun. Kelainan apakah itu?

Hal tersebut sebenarnya bukan merupakan suatu kelainan. Saat bayi berada di dalam kandungan, semua hormon ibu masuk ke bayi. Kadang ada bayi yang terpapar sangat banyak hormon ibu sehingga saat lahir bayi perempuan bisa mengalami keputihan atau bahkan menstruasi. Menstruasi ini bukan karena hormon anak berlebihan melainkan karena paparan hormon ibu. Jadi, hanya akan berlangsung singkat. Umumnya dalam waktu 1-2 minggu keputihan atau menstruasi sudah tidak ditemukan lagi.

Bila demikian, apa yang harus dilakukan? Ibu tidak perlu memperlakukan secara khusus. Hanya bersihkan daerah kemaluannya seperti biasa. Tidak perlu diberikan obat apapun. Setelah hormonnya mereda maka hal tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Selain dua hal itu, yang juga dapat ditemukan adalah keluarnya susu dari payudara bayi baru lahir. Berbeda dengan keputihan dan menstruasi, keluarnya susu ini dapat ditemukan pada bayi baik perempuan ataupun laki-laki. Hal ini juga sama terjadi akibat masuknya hormon ibu kedalam tubuh bayi sejak bayi berada di dalam kandungan.

Bila bayi ibu demikian, jangan berusaha mengeluarkan susu bayi apalagi dengan cara diperah. Pemerahan pada payudara bayi berisiko terjadinya kerusakan pada kelenjar payudara bayi dan meningkatkan resiko infeksi yang kemudian malah dapat berakibat fatal. Dengan hanya memantau bayi, seiring dengan waktu dan menurunnya kadar hormon ibu dalam tubuh bayi, maka kejadian ini berangsur-angsur akan hilang juga.

Selain yang kasat mata, masuknya hormon ibu dalam tubuh bayi juga menyebabkan pemeriksaan skrining hormon tiroid bayi yang dilakukan saat bayi berusia kurang dari 48 jam hasilnya tinggi. Hal tersebut bukan karena bayi mengalami hipotiroid kongenital melainkan karena masih terpengaruh oleh hormon ibu tersebut. Sehingga, pemeriksaan skrining Hormon tiroid bayi sebaiknya dilakukan saat bayi berusia lebih dari 48 jam.

Semua pengaruh hormone ibu ini bersifat sementara, sehingga ibu tidak perlu khawatir bila menemukan kejadian-kejadian diatas.

Ditulis oleh

Dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

 

Menikah dan mempunyai keturunan adalah mimpi setiap orang, terlebih bila anak yang dilahirkan sehat dan cerdas. Karena itu premarital check up sudah sepatutnya dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Dari situ sejauh mana kesiapan psikis dan fisik kedua pasangan, gangguan dan penyakit apa saja yang berpotensi mengganggu kehamilan dan kelahiran, semua akan terlihat dan dapat ditangani sejak dini. Premarital check up juga bisa dikatakan sebagai proses mengenal pasangan lebih dalam, karena masing-masing individu tidak pernah tahu riwayat orang yang kelak akan menjadi pasangannya.

Melalui premarital check up, kesehatan reproduksi dan genetika akan diperiksa secara menyeluruh. Selanjutnya hasilnya akan menjadi rujukan untuk merencanakan kehamilan setelah menikah. 

Pemeriksaan Apa yang Dilakukan dalam Premarital Check Up?

Premarital check up melingkupi pemeriksaan status generalis, laboratorium, dan pemeriksaan penunjang. Pertama, secara general dilakukan pemeriksaan seperti tensi darah dan berat badan. “Berat badan mengacu pada body mass index. Bila tekanan darah tinggi dan termasuk ke dalam kriteria obesitas, ini akan jadi masalah. Dampaknya pasangan akan sulit mempunyai anak.

Berikut ini pemeriksaan Premarital Check Up :

  1. Kelainan Darah Seperti : Anemia detisiensi besi dan asam folat. Di Indonesia masih banyak penderita Anemia defisiensi besi dan Asam Folat. Pada beberapa penelitian dikatakan bahwa defisiensi besi dapat menurunkan IQ anak. Sedangkan defisiensi Asam Folat dapat memicu kelainan pada tabung syaraf tulang belakang.
  2. Kelainan Metabolik : Diabetes mellitus dan kelainan fungsi kelenjar thyroid . Dua penyakit ini sering dijumpai bila diketahui lebih dini tentu dapat diantisipasi sehingga gangguan fasilitas ataupun dampak buruk pada kehamilan dapat dicegah.
  3. Kelainan Akibat Infeksi : Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap infeksi, sementara dampak terhadap fertilisasi dan kehamilan sangat besar seperti adanya kelainan pada bayi. Adapun pemeriksaan terhadap infeksi meliputi test terhadap PHS (Penyakit Hubungan Sexsual), Hepatitis Kronik, HIV, dan infeksi terhadap Toxoplasma, Rubella, Cyromegalovirus, HSV, dan HSV2 (sering disebut dengan pemeriksaan TORCH).

Pemeriksaan pramarital sebaiknya dilakukan pada 3-4 bulan sebelum pernikahan, hal itu dianjurkan agar mempunyai waktu untuk menangani dan menindak lanjuti bila terjadi kelainan dan diharapkan dapat melakukan persiapan agar mendapatkan keturunan yang berkualitas.

Ditulis oleh

Dr. Indrawati Dardiri, Sp.OG –  (Spesialis Obstetrik dan Ginekolog)

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Di masa peralihan musim atau yang disebut sebagai musim pancaroba sering kali muncul berbagai penyakit yang terkait dengan perubahan musim tersebut atau yang lebih dikenal dengan penyakit pancaroba dimana definisi dari penyakit pancaroba itu sendiri adalah gangguan kesehatan yang dikarenakan oleh perubahan musim yang tidak menentu kadang cuaca panas kadang cuaca dingin sehingga ditengah cuaca yang seperti itu berubah ubah dimana setiap musim memiliki pola kuman yang berbeda jika daya tahan tubuh lemah maka penyakit akan masuk.

Salah satu penyakit pancaroba yang sering menyerang adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang disebabkan oleh daya tahan tubuh kita yang menurun karena perubahan cuaca penyebab ISPA sendiri adalah adanya kuman di saluran napas bersarang disitu sehingga jika daya tahan tubuh kita lemah maka kuman akan berkembang dan akan masuk virus-virus lain seperti influenza dan penyakit lainnya. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh karena kuman itu datangnya tak hanya dari luar namun juga dari dalam tubuh kita yang jika daya tahan tubuh menurun maka kuman tersebut akan berkembang.

Salah satu gejala awal dari ISPA adalah sakit tenggorokan,gangguan pernapasan dan demam yang datang secara bersamaan  oleh karena itu jika demam dan sakit tenggorokan yang dirasakan sudah lebih dari dua hari dianjurkan untuk periksa ke dokter untuk menentukan segera penyebab dan pengobatan yang tepat. Oleh karena itu untuk melindungi tubuh dari penyakit pancaroba disarankan untuk istirahat dan olahraga yang teratus, makan makanan yang bergizi juga selalu menjaga kebersihan diri.

Ditulis oleh

Prof.Dr.Djoko Widodo,SpPD–KPTI-  ( Spesialis : Penyakit Tropis & Infeksi RS Premier Jatinegara )

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Page 5 of 9
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter