Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Mitra Sehati

Mitra Sehati

Pada saat berpuasa terjadi perubahan dalam tubuh terutama dari segi pola makan seperti yang biasanya makan tiga kali sehari normalnya menjadi dua kali sehari selama berpuasa. Yang terjadi adalah jika pada saat saat sahur jika makanan yang dikonsumsi cukup dan seimbang selama kita berpuasa dan tidak ada asupan makan sama sekali maka glikogen di hati dan di otot akan diambil oleh tubuh, sedangkan glikogen yang bisa dipakai adalah yang di hati apabila glikogen yang di hati habis baru tubuh akan mengambil dari lemak tubuh.

Oleh karena itu jika sebagian orang berpikir jika berpuasa dapat sekaligus menurunkan berat badan namun hal tersebut baru akan terjadi jika glikogen yang ada di hati telah habis diambil oleh tubuh maka kemudian tubuh membakar lemak yang ada, maka itu jika pada saat makan sahur berlebihan maka tidak akan berdampak banyak terhdap penurunan berat badan.

Untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar dalam berpuasa yang harus dilakukan adalah jangan pernah melewatkan sahur meskipun terkadang malas atau lupa karena salah satu kunci kelancaran dalam berpuasa adalah pada saat makan sahur. Ketika sahur diharapkan dapat mengkonsumsi setengah dari kebutuhan kalori setiap hari misalkan jika orang dewasa dalam satu hari membutuhkan 2000 kalori dalam sehari usahakan ketika sahur jumlah kalori yang masuk adalah sebanyak 1000 kalori sisanya baru dibagi saat berbuka puasa dan setelah salat tarawih, tentunya makanan yang dikonsumsi harus makanan yang seimbang mengandung karbohidrat kompleks, jangan lupa sayur, buah dan air tidak terlalu banyak lemak seperti makanan yang digoreng dan mengandung santan karena akan mengakibatkan rasa kurang nyaman di perut, tinggi protein dan juga asupan air paling tidak 2 sampai 3 gelas saat sahur untuk mengindari dehidrasi saat berpuasa.

Ditulis oleh

Dr.Tonggo Moina Marini, M.Gizi, Sp.GK  ( Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Premier Jatinegara )

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Manajemen stroke tak cukup hanya dari satu sisi saja. Pasien memerlukan pendekatan yang komprehensif, sistematis dan terpadu. Seseorang yang terkena stroke akan menghadapi tiga pilihan risiko, yakni kematian, sembuh total dan cacat permanen. Persentase mereka mereka yang meningggal akibat stroke mencapai 20%, sedangkan yang total sembuh hanya mencapai 15-20%. Sementara itu, sebagian besar pasien yang bertahan mengalami cacat permanen.

Saat stroke datang, pasien tak bisa menawar. Ketika hal itu terjadi, makan mereka hanya memiliki periode jendela (the window) tiga hingga enam jam. Lewat dari periode tersebut, penanganan yang diberikan tak mampu memberikan hasil yang optimal. Sementara itu, pasien yang berhasil ditangani tepat waktu memiliki peluang pulih optimal hingga 50%. Jika dalam 4,5 jam pertama sudah dapat ditegakkan diagnosis stroke, terpenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, peluang untuk mencapai pemulihan optimal dapat dicapai sebanyak 50%.

Manajemen penanganan pasien stroke terbagi dua bagian, yakni pre-hospital dan in-hospital. Pre-hospital terkait degan penanganan pasien saat terserang stroke, sebelum ia ditangani secara medis. Seringkali masyarakat awam mengabaikan gejala-gejala yang dialami pasien stroke karena kurangnya pengetahuan. Kalau pun dikenali sejak dini, pasien terlambat datang ke rumah sakit karena macet diperjalanan. In-hospital terkait dengan penanganan pasien di rumah sakit. Beberapa rumah sakit memberikan penangnan yang tak tepat kepada administrasi terlebih dahulu, padahal ia harus mendapat tindakan segera karena kerusakan otak dapat terjadi dlaam waktu cepat.

Manajemen stroke Akut

Tujuan dari manajemen stroke akut secara umum adalah menurunkan morbilitas dan tingkat kematian, serta angka kecacatan untuk mencapai tujuan tersebut adalah penangan stroke secara dini, dimulai dari penanganan pre-hospital yang cepat dan tepat.
Keberhasilan penanganan stroke akut dimulai dar pengetahuan masyarakat dan petugas kesehatan, bahwa stroke merupakan keadaan gawat darurat: seperti serangan jantung atau trauma. Filosofi yang harus dipegang adalah Time Is Brain dan The Goden Hour. Dengan adanya kesamaan pemahaman bahwa stroke dan TIA (Transient Ischemic Attack) merupakan suatu kondisi gawat darurat medis (Medical Emergency), maka akan berperan sekali dalam menyelamatkan dan mencegah kecacatan jangka panjang.

Untuk mencapai itu, pendidikan dan penyuluhan perlu diupayakan terhadap masyarakat, petugas kesehatan, petugas ambulans, dan terutama para dokter yang berada di ujung tombak pelayanan kesehatan seperti di puskesmas, unit gawat darurat atau tenaga medis yang bekerja di berbagai fasilitas kesehtaan lainnya. Dengan penanganan yang benar pada jam-jam pertama, angka kecacatan stroke paling tidak akan berkurang sebesar 30%.

Penanganan Stroke pre-hospital DETEKSI

Pengenalan cepat dan reaksi terhadap tanda-tanda stroke dan TIA. Umumnya (95%) keluhan pertama pasien dimulai sejak di luar rumah sakit. Oleh kerena itu pengetahuan dan tentang gejala stroke akut dan penanganan pertama yang cepat dan benar penting untuk diketahui dan dipahami oleh masyarakat luas (termasuk pasien dan orang terdekat dengan pasien).

Dan petugs kesehatan professional (dokter umum, reseptionis RS, perawat penerima telepon atau petugas gawat darurat), tenaga medis atau doker yang terlibat di unit gawat darurat atau pada fasilitas pre-hospital. Konsep ‘Time is Brain’ berarti pengobatan stroke merupakan keadaan gawat darurat . Jadi keterlambatan pertolongan pada fase pre-hospital harus dihindari dengan pengenalan keluhan dan gejala stroke bagi pasien dan orang terdekat. Pada setiap kesempatan, pengetahuan mengenai keluhan stroke terutama pada kelompok risiko tinggi ( hipertensi, atrial fibrasi, kejadian vascular lain dan diabetes) perlu disebarluaskan. Keterlambatan manajemen stroke akut dapat terjadi pada beberapa tingkat. Pada tingkat populasi, hal ini dapat terjadi kaena ketidaktahuan keluhan stroke dan kontak pelayanan gawat darurat.

Beberapa gejala atau tanda yang mengarah kepada diagnosis troke antara lain kelemahan atau kelumpuhan sebelah anggota gerak/hemiparesis, kesemutan atau baal-baal sesisi tubuh, bicara pelo atau cadel/disartria, buta mendadak, penglihatan dobel/diplopia, pusing berputar/vertigo, kejang-kejang sampai penurunan kesadaran yang semuanya terjadi secara mendadak. Untuk memudahkan digunakan istilah FAST (Facial movement, Arm movement, Speech, Tima is critical).

PENGIRIMAN PASIEN

Bila sesorang dicuriagi terkena serangan stroke, maka segera panggil ambulans gawat darurat. Ambulans gawat darurat sangat berperan penting dalam pengiriman pasien ke fasilitas yang tepat untuk penanganan stroke. Semua tindakan dalam ambulans pasien hendaknya berpedoman pada protocol.

TRANSPORTASI/AMBULANS

Utamakan transportasi untuk pengiriman pasien ke rumah sakit yang dituju. Petugas ambulans gawat darurat harus mempunyai kompetensi dalam penilaian pasien stroke pre-hospital.

PILIH FASILITAS PELAYANAN STROKE YANG KEOMPREHENSIF

Pilihlah fasilitas kesehatan yang mempunyai jaringan pelayanan kemprehensif tanggap darurat stroke, mulai dari unit gawat darurat, stroke unit atau ICU sebagai tempat tujuan penanganan definitif pasien stroke. Eka hospital memiliki Stroke Center, yaitu layanan terpadu tanggap darurat stroke, yang siap melayani pasien 24 jam 7 hari dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis kompeten.

Panaganan Stroke In-hospital

Untuk memberikan pelayanan manajemen stroke secara komprehensif, sistematis dan terpadu, Eka Hospital menyediakan layanan stroke center untuk memastikam penanganan stroke berdasarkan standar/protocol manajemen sesuai bukti klinis terkini. Kompnonen utama dalam system manajemen stroke terpadu adalah Team Work Approach yang meliputi berbagai disiplin professional medis terkait, seperti dokter-dokter spesialis saraf, bedah saraf, neurointervensi, spesialis jantung dan pembuluh darah,rehabilitasi medik, gizi klinik, psikiater/psikologi, tim dokter UGD an Unit Stroke, serta perawat mahir stroke.

Program Stroke Center di Eka Hospital meliputi komponen majanemen stroke sebagai berikut:

  • Manajemen stroke akut di UGD unutk memastikan terapi rekanalisasi dengan pemberian obat thrombosis Rtpa (Recombinant Tissue Plasminogen Activator) dalam kurun waktu kurang dari 3 jam dari serangan gejala stroke infark atau tindakan medis lain yang sesuai dengan prosedur standar.
  • Perawatan stroke akut dalam unit perawatan khusu, yang mengintregasikan manajemen stroke akut, pencegahan kompikasi pasca stroke, pencegahan stroke ulang, dan neurorehabilitasinya di dalam suatu unit stroke (Stroke Unit).
  • Tindakan medis operatif dan kateterisasi pada otak/angiografi maupun untuk tinakan konekasi gangguan pembuluh darah otak seperti trombektomi mekanik atau pemasangan cincin/stent, atau tindakan bedah saraf untuk mengurangi tekanan dalam otak akibat perdarahan/infark otak luas.
  • Program perencanaan mengakhiri proses peratan pasien stroke akut di RS dan mempersiapkannya untuk melanjutkan proses perawatan di rumah, dikenal sebagai program Discharge Planning.
  • Program pendampingan pasien paske stokr, keluarga pasien pasca stroke dan individu sehat yang peduali terhadap pencegahan stroke dalam suuatu kelompok peduli stroke ( Stroke Awaeness Club)

Berhadapan dengan stroke, maka pilihan terbaik dan paling bijaksana adalah mencegahnya. Namun harapan terbaik bagi penderita stroke dapat diperolah melalui deteksi dini dan penanganan fase akut secara komprehensif, sistematik, dan terintergitasi dalam suatu system Manajemen Stroke Terpadu (Stokr Center) di Rumah Sakit, EkaHospital Stroke Center memberikan layanan lengkap mulai dari pencegahan melalui deteksi din, manajemen stroke akut, hingga perawatan paska stroke.

Ditulis oleh :

Dr. A. Andy Atmaja, Sp.s M.Kes
TIM DOKTER SPESIALIS SARAF EKA HOSPITAL
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Musim pancaroba, dimana terjadi peralihan dari musim kemarau menjadi musim hujan, merupakan saat-saat yang penting untuk diwaspadai karena pada saat inilah biasanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak timbul. mengapa demikian? marilah kita temukan jawabannya melalui bincang-bincang bersama DR. Ifael. M,Sp.PD-KPTI, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan penyakit tropik dan infeksi di Eka Hospital.

 Ada beberapa jenis Demam Berdarah dan apa bedanya?

Sebenarnya demam berdarah hanya ada satu jenis saja. Yang membedakan adalah tipe virus penyebabnya. Demam Berdarah Dengue disebakan oleh virus Dengue, yang terdiri atas Dengue virus 1, Dengue virus 2, Dengue virus 3, Dengue virus 4. Semua tipe virus sama berbahayanya jika tidak ditangani secara memadai.

Apakah Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Demam Berdarah Dengue merupakan demam Dengue (DD) dengan kadar yang lebih berat karena pasien dapat mengalami syok dan perdarahan. Demam Dengue jarang sekali mengakibatkan kematian, sedangkan demam berdarah Dengue dapat berakibat fatal jika terlambat ditangani.

Bagaimana membedakannya dengan demam biasa?

Secara kasat mata, DBD dan demam biaa tidak dapat dibedakan. Diperlukan pegecekan secara klinis dan laboratorium untuk mengetahuinya secara pasti. Apabila seseoang mengalami demam tinggi dalam 2x 24jam, dan panas tubuhnya tidak turun walaupun diobati, maka orang tersebut harus mendapatkan pertolongan secara medis. Jangan biarkan tanpa pertolongan medis, karena masa kritis penyakit DBD adalah hari ketiga dan keempat, dimana pasien dapat mengalami syok yang dapat mengakibatkan kematian.
Panas tubuh pasien BD selalu berada di atas normal (minimal 38,5°C) lalu naik kembali ke 39°C dan seterusnya.

Jika seseorang dikatakan menderita penyakit ‘gejala DBD’, apakah itu semua sama artinya dengan menderita DBD?

Istilah penyakit ‘gejala DBD’ sebaliknya tidak digunakan karena dapat menimbulkan keraguan dan persepsi yang berbeda dari penyakit DBD yang sebenarnya. Penyakit DBD seharusnya sudah menjadi perhatian utama tenaga medis ketika pasien mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik walaupun sudah mengkonsumsi obat penurun panas.
Apakah pasien DBD harus dirawat di rumah sakit?
Perawatan yang dibutuhkan oleh pasien DBD terutama adalah masuknya cairan sebagai pengganti cairan tubuh yang bocor keluar dari pembuluh darah, yang dirusak oleh virus Dengue. Sakit yang diderita pasien seringkali mempersulit proses makan dan minum yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan kondisi tubuh. Pasien dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit karena cairan makanan yang dibutuhkan dapat diberikan melalui infus, sehingga perawatan dan pengobatan dapat teratur dan terpantau dengan lebih baik. Selain itu, perawatan di rumah sakit juga sangat memudahkan pengecekkan darah pasien, yang harus dilakukan setiap hari di laboratorium.
Indikator pasien harus dirawat di rumah sakit adalah jika trombosit berada di bawah angka 100.000, karena semakin rendah trombosit, berarti semakin banyak cairan yang hilang dari tubuh pasen. Jadi rawat inap pada kasus DBD bertujuan untk mempercepat pemulihan pasien membantu keluarga dalam merawat, dan yang terpenting adalah menghindari terjadinya syok.

Apa saja gejala DBD?

Gejala DBD secara umum dengan gejala penyakit akibat virus lainnya, yaitu:

  • Demam tinggi, di atas 38,5°C
  • Sakit kepala
  • Pegal linu
  • Nyeri ulu hati, mual, muntah
  • Turunnya leukosit dan trombosit

Kapankah kondisi pasien DBD dikatakan kritis?

Perjalanan pernyakit DBD selama 7 hari, dimana masa kritisnya berada ada hari ke-3, ke-4 dan ke-5. Jika terjadi komplikasi penyakit lain, seperti tifus dan lain-lain, maka masa pemulihan akan menjadi lebih lama.

Mengapa DBD dapat menyebabkan kematian?

Sebenarnya pasien DBD tindak memerlukan pengobatan tertentu. Yang sangat penting bagi pasien: menjaga agar tubuh tidak kekurangan cairan, mengingat mekanisme penyakit DBD adalah rusaknya pembuluh darah oleh virus yang mengakibatkan tubuh kehilangan cairan secara cepat sehingga menyebabkan syok. Ciri-ciri penyakir DBD adalah: keluarnya keringat dingin, tekanan darah menurun, denyut nadi semakin cepat, hingga berujung kepada kematian.
Kondisi pasien harus benar-benar dijaga agar tidak kekuangan cairan. Penanganan utama yang harus dilakukan adalah mengganti cairan yang hilang tersebut sampai pembuluh darah yang rusak menjadi pulih kembali.

Apakah DBD dapat menular selain melalui nyamuk?

Penyakir DBD dapat dikatakan sangat bergantung terhadap lingkungan, terutama jika terdapat genangan air yang tenang dan jernih. Itulah sebabnya mengapa penyakit DBD banyak timbul di musim pancaroba, dimana hujan dan panas datang silih berganti. Genangan air yang terjadi dapat bertahan cukup lama bagi jentik-jentik nyamuk untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.
Virus DBD hanya dapat berkembang biak didalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti. Walaupun berada di dalam darah, virus tersebut tidak dapat ditularkan melalui medium lain, termasuk antar-manusia.

Apa saja tips mencegah DBD?

Prinsip utama mencegah DBD adalah jangan sampai tubuh digigit oleh nyamuk. Untuk itu, kita harus mengetahui siklus kehidupan nyamuk penyebab DBD. Berbeda dari nyamuk malaria yang aktif mulai jam 7-8 pagi hingga jam 5 sore. Oleh karena itu, mereka yang aktif di luar ruang pada jam-jam tersebut harus waspada.
Gunakan kelambu atau kawat penelan nyamuk untuk menghindari masuknya nyamuk kedalam rumah. Kemudian, berantas nyamuk dewasa dengan fogging (pengaapan dengan obat khusus), serta membasmi jentik nyamuk dengan memperhatikan tempat di mana nyamuk dapat berkembang biak, seperti vas bunga, kolam dan wadah yang dapat menampung air, jika gejala DBD terlihat, segera bawa pasien ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter dan mendapatkan pertolongan segera.

 

Ditulis oleh :

Dr. Ifael Y. Mauleti, SpPD-KPTI, FINASIM
TIM DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM EKA HOSPITAL BSD
Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Page 6 of 9
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter