Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Mitra Sehati

Mitra Sehati

Merupakan suatu jenis peradangan sendi kronis dengan gejala nyeri , bengkak, kaku dan berkurangnya fungsi fungsi sendi . Dapat mengenai semua sendi walaupun lebih sering dijumpai pada sendi sendi pada jari jari pergelangan tangan .
Biasanya lebih sering dijumpai pada wanita daripada pria pada usia pertengahan sampai usia tua, rasio antara pria dan wanita dalam hal ini adalah 1 : 2,5 , rheumatoid arthritis juga dapat mengenai bagian selain sendi seperti mata, mulut, paru, kulit , jantung dan pembuluh darah. Rheumatoid arthritis merupakan suatu penyakit autoimun dimana peradangan sendi tersebut terjadi oleh karena reaksi serangan dari system kekebalan tubuh terhadap jaringan tubuh sendiri.

Belum diketahui pasti penyebab terjadinya rheumatoid arthritis tapi didapati ada pengaruh faktor lingkungan , hormon dan genetik, rheumatoid arthritis menyebabkan kerusakan pada permukaan sendi sehingga terjadi nyeri dan bengkak serta dapat terjadi erosi dan deformitas pada tulang.
Adapun beberapa gejala Rheumatoid Arthitis diantaranya adalah ternjadinya kemerahan, nyeri berlebih pada sendi kemudian kekakuan sendi terutama pada pagi hari atau setelah istirahat lama kemudian demam, penurunan berat badan, kelelahan dan sendi yang terkena biasanya simetris.

Rheumatoid arthritis pada awalnya menyerang sendi sendi kecil , pengobatan rheumatoid arthritis secara optimal adalah kombinasi dari edukasi keseimbangan antara istirahat dan latihan latihan proteksi sendi, obat obatan jika diperlukan dan apabila dirasa sangat penting maka akan dilakukan pembedahan. Tujuan pengobatan Rheumatoid arthritis adalah untuk mengurangi nyeri dan peradangan serta meningkatkan tugas sendi secara keseluruhan.

 

Ditulis oleh

Dr. Indra Peni, SpOT (Dokter spesialis bedah orthopedi RS Premier Jatinegara)

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Sering kali orang tua menemukan adanya benjolan pada sekitar leher, belakang kepala atau dibawah dagu dan hal ini menimbulkan kecemasan yang sangat.

Sebenarnya benjolan apakah itu?

Pada umumnya benjolan yang diraba oleh orang tua tersebut adalah kelenjar getah bening (KGB). Kelenjar getah bening tersebar di tubuh kita dan merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Bila kuman masuk dan menginfeksi suatu daerah dalam tubuh, maka KGB disekitarnya akan membesar. Kelenjar getah bening yang paling sering teraba adalah KGB daerah leher dan belakang kepala.

Kapan kelenjar getah bening leher membesar?

Kelenjar getah bening leher akan membesar saat daerah leher/belakang kepala mengalami inflamasi (peradangan) baik karena alergi, infeksi virus, infeksi bakteri, kanker, atau hal lainnya. Hal ini menjelaskan mengapa orang tua sering menemukan benjolan-benjolan pada leher anak yang teraba membesar saat anak sedang mengalami radang tenggorokan, sariawan pada daerah mulut, alergi, dan peradangan lainnya. Hal lain yang juga menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening antara lain infeksi TBC, sakit gigi, sedang tumbuh gigi, infeksi Rubella, gondongan, dan peradangan-peradangan lainnya yang terjadi disekitar mulut dan leher.

Bagaimana mengobati kelenjar getah bening yang membesar?

Pertama-tama berkonsultasilah dengan dokter anak untuk memastikan benjolan di daerah leher memang KGB yang membesar atau dari organ lain. Bila memang pembesasran KGB, dokter akan mencari dasar penyebab KGB leher membesar. Bila penyebabnya memang peradangan, maka anak akan diberikan obat untuk mengatasi peradangan yang terjadi dan benjolan akan berangsur-angsur mengecil. Benjolan tersebut belum tentu hilang sampai tidak teraba, bisa saja hanya mengecil tetapi tetap teraba. Sekitar 40% anak memiliki KGB di daerah leher yang dapat diraba dalam keadaan normal.

Kelenjar getah bening leher masih dianggap normal bila besarnya <0,5 cm , tidak sakit, tidak keras, bisa digerakkan, dan tidak bergerombol. Bila benjolan dianggap tidak normal, baik jumlahnya yang terlalu banyak, atau tidak perbaikan dengan obat, atau dicurigai karena hal lainnya, maka akan dilakukan untuk USG atau CT scan. Lebih lanjut lagi, bila dari penunjang tersebut dicurigai hal yang lebih berat seperti keganasan (kanker), maka benjolan tersebut akan dibiopsi. Umumnya dari seluruh benjolan yang teraba hanya sekitar 10% kasus yang memerlukan tindak lanjut lebih jauh, dan dari jumlah itu hanya 3,2,% yang memerlukan biopsi, dan hanya 1,1 % yang diakibatkan oleh keganasan (kanker).

Maka dari itu, orang tua tidak perlu panik saat menemukan benjolan pada leher/belakang kepala anak apa lagi bila anak sedang mengalami radang/sakit.

Ditulis oleh

Dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A ( Dokter Spesialis Anak RS Premier Jatinegara )

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Gejala Osteoarthtritis
Bagaimanakah mengenali gejala-gejala osteoarthtritis? Gejala utama yang dirasakan adalah nyeri pada sendi yang terkena. Rasa nyeri yang dirasakan awalnya hanya berdenyut-denyut, namun lambat-laun akan meningkat intensitasnya. Nyeri ini hilang-timbul, memburuk ketika sendi yang terkena digerakan dan hilang ketika di istirahatkan. Perkembangan selanjutnya, nyeri ini dapat timbul, meskipun sendi yang terkena sedang disitirahatkan. Ciri khas sendi dengan osteoarthtritis adalah rasa nyeri memburuk ketika cuaca dingin. Selain nyeri, pergerakan sendi juga terasa tidak lagi halus dan lancar, seperti berderik (berbunyi krepitasi). Dan kaku beberapa lama (gelling), selain itu juga mengalami osteoarthtritis pembengkakan yang terlihat di permukaan.

Konsultasikan Keluhan Pada Dokter
Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala-gejala osteoarthtritis. Pemeriksaan radiografi dengan sinar-X akan dilakukan dokter untuk melihat apakah terjadi perubahan degeratif pada sendi. Bila ditemukan, besarnya derajat akan dinilai, kemudian dapat ditentukan jenis pengobatan dan tatalaksana yang tepat.

Sebelum pengobatan dimulai, perlu diingat bahwa osteoarthtritis pada sendi adalah proses penuaan normal yang berlebihan,seiring pertambahan usia. Sendi yang sakit tentunya akan membatasi aktifitas penderita, oleh karena itu penting untuk mengombinasikan waktu latihan dan waktu istirahat bagi sendi tersebut. Caranya, aturlah sendi tersebut agar tidak terlalu lama beritirahat, dan tidak terlalu lama bergerak. Jika berat badan berlebihan dan osteoarthtritis yang dialami terjadi pada sendi penopang berat badan, seperti sendi panggul dan sendi lutut, maka dianjurkan beban sendi akan berkurang dan perburukan proses degenerative dapat diperlampat.

Pengobatan Osteoarthtritis
Terdapat empat kategori pengobatan osteoarthtritis berdasarkan bearnya kerusakan yang dialami, yaitu:

  • Farmakologis: metode pengobatan dengan pemberian obat. Pemilihan golongan obat yang diresepkan dokter akan disesuaikan dengan derajat intensitas osteoarthtritis pasien. Obat dapat berupa yang diminum, dioleskan pada kulit di atas sendi , maupun yang di suntikkan langsung ke sendi yang sakit.
  • Nonfarmakologi: terdiri dari latihan dan terapi untuk mengatasi overwigth atau obesitas serta penggunaan alat-alat orthopedi, yang dapat membantu mengistirahatkan sendi dan mencegah yang sakit sangat penting untuk menjaganya tetap dapat bergerak, selain mempertahankan kekuatan otot, serta menjaga viskositas (kekentalan) cairan sendi yang berfungsi sebagai pelumas. Namun, perlu di ingat bahwa pergerakan aktif tidak boleh berlebihan karena cenderung memperburuk keadaan. Sementara itu, untuk menurunkan berat badan, olahraga yang paling baik adalah aerobic. Namun, jika aerobic terlalu berat, berenang dan bersepeda dapat dijaikan alternative. Selain pergerakan aktif, terapi panas secara local pada sendi yang bermasalah dapat menghilangkan nyeri, namun bersifat sementara.
  • Komplementari dan alternative : Pemberian suplemen berupa kombinasi glucosamine dan chondroitin. Beberapa penelitian menemukan manfaat pengobatan ini pada osteoarthtritis.
  • Operasi : Kategori pengobatan terakhir harus dikonsultasikan terlebih jauh kepada dokter. Pada umumnya, semua pasien osteoarthtritis awalnya akan menerima dua jenis terapi, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Baru pada kondisi yang sudah terlanjur berat, contohnya pada osteoarthtritis derajat 4, dimana sendi sudah terlanjur rusak berat secara irreversible, maka kemungkinan tatalaksana operasi akan dianjurkan oleh dokter.

Langkah antisipatif
Jadi, mitos bahwa semua orang yang mencapai usia lanjut akan mengalami penyakit sendi degenerative pada satu atau lebih sendi dalam derajat tertentu adalah benar. Oleh karena itu lakukan langkah antisipatif. Jika gejala-gejala osteoarthtritis mulai ditemukan, meskipun belum mencaai usia lanjut segeralah konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan terapi yang paling tepat dan adekuat. Dengan demikian, keterbatasan aktifitas karena osteoarthtritis dapat diminimalkan dan ditekan progresivitasnya. Tentunya dengan sendi yang sehat, kualitas hidup dapat tetap terjaga, walaupun usia anda dan usia sendi semakin bertambah.

Ditulis oleh :

Dr. Widyastuti S.U, Sp.Ot
TIM DOKTER SPESIALIS ORTHOPAEDI EKA HOSPITAL BSD

Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Page 3 of 9
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter