Berita AdMedika

08 Sep

Bersama AdMedika, Zurich Topas Life Hadirkan Kemudahan Layanan Kesehatan

Bersama AdMedika, Zurich Topas Life Hadirkan Kemudahan Layanan Kesehatan

Jakarta – Kekhawatiran terhadap ketidakpastian biaya layanan kesehatan, ditambah dengan awamnya pengetahuan terhadap terapi penyakit membuat sebagian besar orang memilih untuk memiliki jaminan kesehatan baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga melalui asuransi kesehatan. AdMedika sebagai perusahaan yang mendukung lebih dari 85% asuransi di Indonesia untuk proses jaminan layanan kesehatan, memiliki peran yang cukup vital tidak hanya dalam operasional layanan namun juga experience peserta kesehatan. AdMedika berpartisipasi dalam Financial Talk Healthy Body, Mind & Money yang diselenggarakan Zurich Topas Life dengan mengundang beberapa bintang tamu yang salah satunya adalah Shahnaz Haque yang digelar secara virtual dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta, Kamis (15/7).

Shahnaz Haque merupakan seorang cancer survivor. Ia menceritakan bagaimana awal mula dokter mendiagnosis hingga lika liku perjuangan melawan penyakit tersebut. Menurutnya, selain dukungan keluarga ternyata memilih partner jaminan kesehatan yang tepat juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

“Pada saat kita sakit sangat menguras tenaga, emosi, waktu dan belum lagi kita memikirkan bagaimana keluarga. Proses yang mudah saat pengobatan itu sangat membantu," papar Shahnaz.

Dalam sesi tersebut Shahnaz Haque dipertemukan dengan AdMedika sebagai support back end dalam proses jaminan kesehatan Zurich Indonesia, asuransi kesehatan yang digunakan olehnya.

Gustina Fitriyanti selaku GM Enterprise Account Management AdMedika melengkapi pernyataan Shahnaz dengan penjabaran bagaimana proses klaim dilakukan oleh AdMedika saat peserta melakukan pengobatan.

“Kami melakukan monitoring bagi peserta yang melakukan rawat inap. Kami juga intens berkoordinasi dengan pihak rumah sakit selama 24 jam untuk saling berkomunikasi mengenai diagnosa dan terapi yang telah diberikan kepada peserta," papar Gustina.

Lebih lanjut, Gustina memahami bahwa banyak keluhan yang disampaikan oleh peserta terkait lamanya proses pemulangan pasien.

“Kami komitmen terhadap SLA (Service Level Agreement) yaitu 45 menit setelah dokumen diterima oleh AdMedika secara lengkap. Namun yang terjadi adalah, pasien menghitung waktu setelah dokter menyatakan boleh pulang. Padahal setelah pasien layak dinyatakan pulang, masih ada serangkaian proses yang harus dilakukan salah satunya adalah melengkapi dokumen," papar Gustina.

Ia menyebutkan dokumen yang dimaksud adalah seperti resume medis pasien, lampiran hasil pemeriksaan penunjang termasuk kuitansi total tagihan.

“Untuk itu, kami berinisiatif mencari solusi. Saat ini Kami sudah memiliki fitur Discharge Buttom yang terdapat dalam aplikasi MyAdMedika. Pada saat pasien dinyatakan layak pulang, cukup mengklik tombol tersebut lalu AdMedika akan memberikan notifikasi melalui SMS yang berisi update proses pemulangan pasien," papar Gustina.

Selain dua pembicara di atas, turut hadir juga narasumber dari Zurich Indonesia serta Direksi Bank BTN

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter