Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

31 Agu

Perlukah anak periksa pendengaran?

Oleh 
(1 Pilih)

Sebagian orang tua takut melakukan pemeriksaan skrining karena takut menghadapi kenyataan bila anaknya diketahui mengalami gangguan, salah satunya skrining pendengaran. Sebenarnya salah, justru skrining pendengaran adalah salah satu skrining yang perlu dilakukan di 3 bulan pertama kehidupan seorang anak. 

Skrining pendengaran dilakukan dengan cara:

  • Evoked Otoacoustic Emission (eOAE). Pemeriksan OAE umumnya dilakukan saat bayi berusia 2-3 hari, tetapi bisa dilakukan sampai bayi berusia 3 bulan. Hasil pemeriksaan adalah pass untuk hasil pendengaran baik dan refer untuk hasil pendengaran yang belum baik. Bila dalam waktu 3 bulan ini hasilnya masih belum pass, maka bayi akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
  • Auditory Brainstem Response (ABR). Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan pada anak yang lebih besar, pada anak diatas 3 bulan yang pada pemeriksaan OAE belum pass, atau pada anak dengan kecurigaan gangguan pendengaran atau gangguan bicara. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang EEG yang merespon rangsang berupa bunyi clicks yang diberikan. Selain bergantung pada alat skrining tersebut, saat pemeriksaan gangguan tumbuh kembang di usia 7-9 bulan akan dilakukan tes pendengaran. Anak usia ini sudah peka dan tidak cuek terhadap bunyi-bunyian. Caranya: anak akan diberikan bunyi-bunyian disekitar anak tanpa dilihat anak, lalu dinilai cara anak memetakan bunyi-bunyian tersebut. Tetapi bila anak tidak berhasil memetakan bunyi-bunyian tersebut, maka sebaiknya anak melakukan ABR. 

Mengapa harus dilakukan dalam keadaan cukup dini?

Karena gangguan pendengaran yang dideteksi pada saat awal kehidupan akan mendapat intervensi yang lebih dini, sehingga keluarannya akan jauh lebih baik dari yang baru diketahui setelah anak lebih lanjut. Seperti kita ketahui, golden period perkembangan otak anak berlangsung pada 2 tahun pertama kehidupan. Bila pada 2 tahun awal ini gangguan pendengaran tidak terdeteksi, maka dampaknya akan sangat besar yang berupa tidak ada input sensorik berupa suara sehingga banyak sekali hal yang akan terlewat oleh anak. Dengan mendengar anak akan belajar bicara, mengembangkan fungsi kognitif, serta fungsi sosial dan personal. 

Bila anak memiliki gangguan pendengaran dan tidak terdeteksi dari awal, maka anak akan melewatkan semua perkembangan ini. Tetapi bila sejak awal sudah terdeteksi, maka akan dicari lebih lanjut kelainannya dimana, diberikan alat bantu dengar sebelum dapat dilakukan koreksi selanjutnya dan anak tetap dapat mendapatkan input sensorik suara sehingga dapat berkembang dengan baik.

Ditulis oleh

Dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A ( Dokter Spesialis Anak RS Premier Jatinegara )

RS Premier Jatinegara

http://www.rs-premierjatinegara.com/

Baca 37311 kali
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter