Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

28 Sep

Mengenal Obesita pada Anak part 2

Oleh 
(1 Pilih)

Risiko Obesitas

Banyak sekali risiko gangguan kesehatan yang dapat terjadi pada anak atau remaja yang mengalami obesitas. Anak dengan obesitas dapat mengalami masalah dengan sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yaitu hipertensi dan dislipidemia (kelainan pada kolesterol).

Si anak bisa juga mengalami gangguan fungsi hati dimana terjadi peningkatan SGOT dan SGPT serta hati yang membesar. Bisa juga terbentuk batu empedu dan penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Pada sistem pernapasan dapat terjadi gangguan fungsi paru, mengorok saat tidur, dan sering mengalami tersumbatnya jalan nafas (obstructive sleep apnea). Hal tersebut akan membuat si anak kurang konsentrasi dalam menangkap pelajarannya karena mengantuk dan nantinya dikhawatirkan bisa mempengaruhi prestasinya di sekolah.

Obesitas juga bisa mempengaruhi kesehatan kulit dimana dapat terjadi striae atau garis-garis putih terutama di daerah perut (white/purple stripes ). Selain itu, gangguan psikologis juga dapat terjadi pada anak dengan obesitas. Badan yang terlalu gemuk sering membuat si anak sering diejek oleh teman-temannya. Sehingga memiliki dampak yang kurang baik pada perkembangan psikologis anak.

Mengatasi Obesitas

Obesitas dapat dicegah. Anak harus memiliki pola makan sehat, khususnya untuk anak-anak yang memiliki risiko obesitas. Jangan memberi anak makanan yang tinggi kalori, makanan berlemak harus dibatasi, begitu juga dengan makanan yang manis. Sementara itu makanan yang mengandung serat harus ditingkatkan. Pada anak dengan obesitas asupan kalori harus dikurangi 200-500 kilokalori per hari dari biasanya. Komposisi diet yang baik yaitu 50% karbohidrat, 30% lemak, dan 20% protein.

“Jangan terlalu sering makan junk food, karena kandungan lemaknya tinggi,” Kalau anak sudah berusia 2 tahun lebih dan sudah terlihat memiliki risiko gemuk, mereka sudah boleh diberi susu skim. Satu hal yang penting, jangan biasakan juga memberi iming-iming atau hadiah berupa makanan, karena akan membentuk pola pikir anak bahwa makanan adalah hal yang harus diidam-idamkan. Hal penting lainnya yaitu orangtua juga harus mengajak anak melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga bersama setiap akhir pekan.

Pada anak dengan obesitas, pemberian obat-obatan sampai saat ini belum dianjurkan. Tetapi untuk kasus yang jarang sekitar 5% kelainan medis kasus obesitas bisa dilakukan operasi untuk mengurangi penyerapan kalori dan nutrisi yang dikenal dengan operasi jejunoileal by pass.
Jadi mulai sekarang, ubahlah pola pikir Anda yang berorientasi pada gemuk itu sehat. Lebih baik memiliki berat badan ideal daripada gemuk menggemaskan tetapi ternyata merupakan sumber penyakit bagi anak kita tercinta. Mengingat penanganan anak dengan obesitas tidaklah mudah, maka sebaiknya lakukanlah langkah antisipasi supaya tidak terjadi obesitas pada anak Anda!

Ditulis Oleh:

dr. Pingkan Pililingan, SpA. EKA HOSPITAL BSD

Eka Hospital http://www.ekahospital.com/

Baca 23411 kali
Mitra Sehati

logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter