Sehati - Sehat Indonesiaku

AdMedika Health Blog

Minggu, 31 Juli 2016 00:00

Masalah Kesehatan Pada Anak

Di dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, pada usia 1 – 2 tahun merupakan masa masa penting dalam proses ini. Beberapa faktor yang mengambil peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak adalah faktor asupan gizi anak tersebut. Berdasarkan data WHO beberapa tahun yang lalu, terdapat belasan juta kematian seorang anak yang disebabkan oleh gangguan kekurangan gizi. Hal ini merupakan masalah yang besar di negara negara berkembang seperti indonesia.

Memang di sebagian besar kota-kota besar di Indonesia hal ini bukan merupakan masalah besar, tetapi perlu diingat bahwa indosenisa terdiri dari ribuan pulau pulau dimana mayoritas penduduk atau pemukiman tersebut tidak memiliki fasilitas kesehatan dan pangan yang adekuat seperti kebanyakan kota kota besar di indonesia.

Beberapa studi yang sudah dilakukan oleh dinas kesehatan menyatakan bahwa beberapa daerah yang masih terdapat masalah kesehatan gizi , terutama di Indonesia bagian timur ( NTT, NTB dan Papua). Menurut Survei Ekonomi nasional ( SUSENAS) oleh Badan pusat statistik, dan laporan survei departemen kesehatan indonesia dan kerjasama dengan UNICEF bahwa di indonesia masih terdapat 169 kabupaten dari 343 kabupaten diindonesia masih terdapat gangguan gizi, dan jumlah penderita tersebut sangat tinggi pada tiap kabupaten.

Masalah gangguan gizi ini masih seperti fenomena gunung Es, dimana di pelosok pelosok indonesia masih terdapat penduduk / balita yang mengalami gangguan gizi yang tidak terdeteksi oleh pemerintah ataupun dinas kesehatan. Dengan perkiraan sebesar 5.4 juta anak anak di indonesia yang mengalami kekurangan gizi, perlu dierikan perhatian lebih oleh pemerintah dan instansi pendukungnya, agar generasi emas indonesia untuk kemudian hari tidak cacat atau menghilang akibat kekurangan gizi saat kecil.

GANGGUAN GIZI / MALNUTRISI

Malnutrisi, adalah gangguan absorbsi makanan yang dapat disebabkan oleh faktor patologis atau non patologis sehingga pertumbuhan dan perkembangan seorang anak terganggu. Jika keadaan ini berlangsung kronik atau lama dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada anak.
Sedangkan menurut WHO, mendefinisikan malnutrisi sebagai “ketidakseimbangan seluler antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh terhadap mereka untuk menjamin pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi tertentu".

Gangguan gizi dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu kekurangan gizi (undernutrition) atau kelebihan gizi (over nutrition)
Beberapa kondisi kekurangan gizi (undernutrition) yang serius dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang terganggu seperti:

  • Marasmus : Ditandai dengan gangguan pertumbuhan dan hilangnya lemak dan otot di bawah kulit (atrofi)
  • Kwarsiorkor : Ditandai dengan tidak adanya cukup protein dan karbohidrat di dalam diet sehingga menimbulkan perubahan pigmen kulit, penurunan massa otot, diare, kegagalan untuk mendapatkan kenaikan berat badan dan tumbuh, kelelahan, perubahan rambut (warna atau tekstur), infeksi meningkat dan lebih parah karena sistem kekebalan tubuh rusak, perut buncit, kelesuan atau apatis, ruam (dermatitis), syok (tahap akhir) dan pembengkakan (edema).
  • Marasmus – Kwarsiorkor ( Gabungan) : Etiology atau penyebab malnutrisi sendiri sangatlah banyak, seperti contoh pada negara negara berkembang, penyebab utama dari kekurangan gizi disebabkan oleh kurangnya supply makanan pada daerah tersebut. Contoh pada daerah di Indonesia bagian timur, sangatlah sulit bagi penduduk untuk mendapatkan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak mereka hanya karena mereka tidak memiliki makanan yang cukup untuk dikonsumsi.

Berbeda dengan daerah-daerah yang sudah berkembang, beberapa kasus kekurangan gizi disebabkan oleh faktor faktor seperti :

  • Pola diet yang tidak baik, seperti picky eater, eating disorder, kurangnya edukasi dari orang tua atau pemerintah mengenai makanan yang sehat seperti empat sehat lima sempurna.
  • Gangguan mental / psikosomatis, gangguan kondisi mental pada seseorang dapat mengakibatkan mereka tidak mengkonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan badannya.
  • Gangguan pencernaan atau masalah di usus.
  • Ketergantungan alkohol atau drug abuse.

Beberapa kondisi Kelebihan gizi (over nutrition) yang dapat menyebabkan gangguan kondisi kesehatan antaralain adalah :

  • Overweight, diukur dengna BMI (Body Mass Index ) Berkisar antara 25 – 30
  • Obesitas, diukur dengna BMI diatas 30 
  • Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang kelebihan Gizi
  • Faktor Keturunan
  • Konsumsi Makanan yang berlebihan
  • Pengeluaran energi yang kurang.

Untuk mengatasi masalah malnutrisi pada suatu daerah, dibutuhkan analisa yang konprehensive dari berbagai aspek disertai dengan kerjasama oleh berbagai instansi, terutama dinas kesehatan. Jika faktor yang menyebabkan adalah kurangnya supply makanan pada suatu daerah, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan kesehatan untuk menfasilitasi distribusi makanan baik dari daerah lain atau dari daerah sendiri untuk mencukupi kebutuhan makanan di daerah tersebut.

Jika faktor yang menyebabkan adalah kurangnya edukasi kepada pihak masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan 4 sehat lima sempurna, dibutuhkan kerjasama antara instansi dinas kesehatan dengan pihak pemerintah di segmen kabupaten dan kecamatan agar segera dilakukan sosialisasi mengenai masalah ini dan pencegahannya.

Referensi diambil dari :

  1. http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-10.pdf
  2. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/viewFile/2056/1209
  3. http://contohdokumen.com/tantangan-permasalahan-gizi-di-masa-depan/
  4. http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/06/5-4-juta-balita-di-indonesia-mengalami-gizi-buru
  5. http://theprakarsa.org/new/ck_uploads/files/MALNUTRITION_COVERED.pdf
  6. http://www.spesialis.info/?apakah-malnutrisi-itu-,221
  7. http://tiarachendra.blogspot.co.id/
  8. http://www.teruskan.com/6410/malnutrisi-gejala-dan-penyebabnya.html
  9. http://lutfiarifin.blogspot.co.id/2013/11/makalah-kelebihan-gizi.html
  10. https://www.cdc.gov/obesity/adult/defining.html
  11. https://id.crowdvoice.com/posts/4-tipe-penyakit-diabetes-melitus-kencing-manis-2iwL
Diterbitkan di Sehati
logo-footer PT. Administrasi Medika


iso-admedika telkomedikalogo metralogo telkomlogo
Official Social Channels   Facebook   Twitter   Twitter   Twitter